KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga 31 Desember 2026, berapa pun harga minyak dunia. Kepastian ini disampaikan saat acara INTECHSEA 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026), ketika harga minyak mentah dunia menembus sekitar 106 dolar AS per barel. Masyarakat yang selama ini cemas dengan gejolak harga minyak bisa merujuk langsung pada pernyataan resmi tersebut.
Harga minyak mentah dunia kini berada di sekitar 106 dolar AS per barel, jauh di atas asumsi APBN 2026 yang dipatok 70 dolar AS. Meski selisihnya cukup lebar, pemerintah memastikan tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi sampai akhir tahun depan.
"Untuk harga BBM subsidi sampai 31 Desember 2026, berapa pun harganya di dunia, tidak akan kita naikkan," tegas Bahlil dalam acara INTECHSEA 2026 di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Pasokan Nasional Masih di Atas Batas Minimum
Bahlil menyebut stok BBM nasional masih berada di atas batas minimum, yakni sekitar 20 hari. Pemerintah juga tengah mencari sumber minyak mentah alternatif dari sejumlah negara untuk menjaga ketahanan pasokan.
Dengan kondisi stok tersebut, pasokan BBM nasional dipastikan tetap aman. Pencarian sumber minyak mentah alternatif dilakukan sebagai langkah antisipasi, bukan karena pasokan saat ini terancam.
Antrean di SPBU Makassar Bukan karena Kelangkaan
Antrean BBM yang terjadi di sejumlah SPBU Makassar belakangan ini bukan akibat kelangkaan. Bahlil menegaskan antrean dipicu meningkatnya peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi, ditambah dugaan penyalahgunaan.
Ia mengungkapkan adanya kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi berkapasitas hingga 700 liter, bahkan satu ton. Kondisi itu, ditambah isu kelangkaan yang beredar, memicu antrean dan panic buying di lapangan.
Pemerintah bersama Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, TNI, dan Polri kemudian memperkuat pengawasan distribusi serta mengurai antrean. Hingga Selasa (15/9/2026), antrean di sejumlah SPBU Makassar mulai berangsur normal.
Langkah Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah pasokan, nozzle, operator, dan jam operasional SPBU untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Penambahan itu dilakukan agar antrean tidak kembali menumpuk.
Bagi konsumen yang ingin memastikan haknya sebagai pengguna BBM bersubsidi, informasi resmi soal harga dan penyaluran hanya bersumber dari Kementerian ESDM dan Pertamina. Waspadai informasi yang mengatasnamakan petugas dan meminta biaya untuk mempercepat pengisian atau menjamin kuota.
Pengaduan soal penyaluran BBM bersubsidi bisa disampaikan melalui kanal resmi Pertamina dan Kementerian ESDM. Pastikan kendaraan yang digunakan sesuai peruntukan, karena tangki modifikasi dan penyalahgunaan kuota menjadi salah satu pemicu antrean yang merugikan konsumen lain.