Pencarian

AJS Ridgeway 125 Rp 64 Jutaan, Lebih Murah dari CT125 tapi Cuma 8 bhp

Jumat, 04 September 2026 • 15:02:01 WIB
AJS Ridgeway 125 Rp 64 Jutaan, Lebih Murah dari CT125 tapi Cuma 8 bhp
Ridgeline AJS Ridgeway 125 tampil dengan kelengkapan touring bawaan pabrik, seperti rak depan dan jok lipat, saat dipamerkan di Inggris.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — AJS Ridgeway 125 belum pernah kami kendarai, apalagi diuji di jalanan Indonesia. Informasi yang tersedia saat ini baru sebatas pengumuman resmi harga dan spesifikasi dari AJS Motorcycle di Inggris — dan itu sudah cukup menarik perhatian calon pemilik Honda CT125 yang ingin mencari motor klasik-touring dengan modal lebih hemat.

Selisih harganya terbilang besar di segmen ini. Di Inggris, Ridgeway 125 dijual £2.699, sementara di Indonesia Honda CT125 saat ini menyentuh Rp 82 jutaan. Kalau pun produk ini nantinya benar-benar dibawa masuk ke Tanah Air, posisinya diprediksi bisa berada di sekitar atau sedikit di bawah harga CT125, tergantung skema impor.

Bukan Motor Kencang: Mesin 125 cc dengan Tenaga 8 bhp

Yang perlu diluruskan sejak awal: Ridgeway 125 bukan motor untuk diajak ngebut. Jantungnya satu silinder 124,8 cc, SOHC dua katup, berpendingin udara, dengan injeksi bahan bakar elektronik. Output cuma 8 bhp pada 7.000 rpm — angka yang lebih rendah dari rata-rata bebek 125 cc modern yang biasa dipakai pengendara Indonesia.

Klaim kecepatan maksimumnya 90 km/jam. Artinya, motor ini paling nyaman dipakai di dalam kota atau jalan kabupaten dengan kecepatan 60–80 km/jam. Untuk melibas jalan bebas hambatan atau tanjakan panjang dengan beban penuh, tenaganya akan terasa kurang.

Di sisi lain, kebutuhan tenaga yang kecil membuat mesin ini diwajibkan memenuhi standar emisi Euro5+ dan angka konsumsi bahan bakarnya sangat efisien. AJS mencatat 157 mpg dalam Certificate of Conformity — setara sekitar 55 km/L dalam ukuran imperial (klaim dari pabrikan, bukan hasil tes redaksi). Dengan tangki 7 liter, jarak tempuh ideal lebih dari 300 km terlihat masuk akal untuk motor sekelas ini.

Daya Tarik Utama: Kelengkapan Touring Langsung dari Pabrik

Keunggulan Ridgeway 125 justru terletak pada kepraktisan yang sudah disematkan sejak keluar pabrik. Motor ini datang dengan rak bagasi depan, pelindung bak oli, knalpot posisi tinggi, dan jok penumpang yang bisa dilipat ke atas sehingga berfungsi sebagai rak bagasi belakang. Desainnya jelas mengarah ke pasar orang dewasa yang butuh motor satu fungsi untuk kerja dan rekreasi ringan, bukan sekadar gaya.

Bobot sekitar 120 kg dan tinggi jok 780 mm membuatnya ramah untuk pengendara bertubuh tidak terlalu tinggi. Transmisi semi-otomatis juga berarti pengendara tidak perlu repot mengoperasikan tuas kopling — model seperti ini cukup membantu saat berkendara macet-macetan di perkotaan.

Namun tren semacam ini masih langka di Indonesia. Dari sisi banding harga, Honda CT125 dibekali mesin 124 cc dengan tenaga 9,4 bhp, lebih tinggi sedikit dari Ridgeway. CT125 juga sudah punya garpu depan upside-down, ban 80/90-17 di depan dan belakang yang identik, serta sistem pengereman dengan kontrol traksi di varian tertentu.

Yang Belum Terjawab: Pasar Indonesia, Suku Cadang, dan Rem CBS

Kehadiran Ridgeway 125 di Indonesia belum diumumkan secara resmi. AJS Motorcycle sendiri tidak punya jaringan dealer besar di Asia Tenggara, berbeda dengan Honda yang punya purna jual luas. Ini jadi pertimbangan serius bila harga jual murah ternyata hanya di atas kertas — biaya impor, pajak, dan suku cadang bisa membuat total kepemilikan melonjak jauh dari angka Rp 64 jutaan.

Soal pengereman juga perlu sorotan. Ridgeway 125 memakai cakram depan-belakang dengan Combined Braking System (CBS), bukan ABS. CBS memang membantu pengereman stabil, tetapi motor yang kerap dipakai melintasi kerikil atau jalan tanah seperti yang dijanjikan desainnya sebenarnya lebih aman dengan ABS.

Belum lagi klaim kecepatan maksimum 90 km/jam yang harus dipahami dalam konteks kondisi jalan Indonesia yang sering berangin atau memiliki tanjakan tajam. Untuk perjalanan jarak jauh dengan beban penuh, motor ini kemungkinan besar akan tertinggal.

Verdict Preview: Untuk Siapa Motor Ini Layak Diburu?

  • Pro: harga lebih miring dari Honda CT125, kelengkapan touring bawaan pabrik seperti rak depan dan jok lipat, bobot ringan, konsumsi bahan bakar hemat, transmisi semi-otomatis memudahkan pemula.
  • Kontra: tenaga 8 bhp kecil untuk kebutuhan jalan bebas hambatan, rem CBS bukan ABS padahal klaim dual-sport, belum ada kejelasan impor resmi ke Indonesia, jaringan servis AJS nyaris tidak ada di Asia Tenggara.

Untuk konteks pengguna Indonesia, Ridgeway 125 menarik bila dilihat sebagai motor kampus atau motor sisi kota dengan karakter santai dan tampilan menonjol. Ia belum cocok bagi yang membutuhkan motor touring sungguhan dengan kecepatan tinggi, atau yang tidak mau ambil risiko soal ketersediaan suku cadang dan bengkel resmi.

Jika AJS Motorcycle atau importir lokal serius membawa Ridgeway 125 ke Indonesia dengan harga OTR di bawah Rp 70 jutaan, persaingan di kelas bebek klasik akan memanas. Sampai saat itu, Honda CT125 masih tetap aman sebagai pilihan utama karena ekosistemnya jauh lebih siap.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks