Pencarian

Dampak Abu Vulkanik pada Kulit: Cara Melindungi Skin Barrier Anak dan Ibu

Senin, 07 September 2026 • 09:08:31 WIB
Dampak Abu Vulkanik pada Kulit: Cara Melindungi Skin Barrier Anak dan Ibu
Warga membersihkan sisa abu vulkanik yang menempel pada kulit setelah beraktivitas di luar ruangan di kawasan terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Hujan abu dari erupsi Gunung Anak Krakatau kembali menyelimuti sejumlah wilayah. Selain masker untuk saluran napas, ibu perlu waspada pada kesehatan kulit keluarga, karena partikel halus ini bisa memicu iritasi yang mengganggu kenyamanan si kecil.

Kandungan partikel batuan, mineral, dan pecahan kaca vulkanik di dalam abu membuatnya bersifat abrasif. Saat menempel dan bergesekan dengan permukaan kulit, partikel ini dapat menggores lapisan pelindung alami atau skin barrier.

Mengapa Kulit Menjadi Gatal dan Kering?

Dermatolog dr Claudia Christin Darmawan, MBBS PhD menjelaskan, abu vulkanik juga membawa komponen seperti sulfat dan klorida. Kombinasi sifat abrasif dan kandungan kimia tersebut memicu kulit kering, gatal, kemerahan, hingga rasa perih.

“Permukaannya juga bisa membawa komponen seperti sulfat dan klorida. Efek yang paling sering muncul di kulit adalah kering, gatal, kemerahan, atau iritasi,” kata dr Claudia kepada detikcom, Minggu (6/9/2026).

Reaksi ini akan semakin parah jika kulit digosok. Aktivitas seperti mengelap wajah dengan handuk kasar atau anak yang menggaruk bagian tubuhnya yang gatal bisa mempercepat kerusakan skin barrier.

Anak dengan Eksim Lebih Rentan Alami Iritasi

Ibu perlu memberikan perhatian ekstra jika si kecil memiliki riwayat kulit sensitif atau eksim. Kondisi skin barrier yang sudah terganggu membuat lapisan kulit semakin lemah menghadapi serangan partikel asing dari luar.

“Partikelnya yang halus tetapi abrasif dapat menyebabkan iritasi, terutama kalau kulit digosok. Pada kulit sensitif, eczema, atau skin barrier yang sudah terganggu, reaksinya biasanya lebih mudah muncul,” tandas dr Claudia.

Untuk meminimalkan risiko, pastikan anak memakai pakaian lengan panjang dan celana panjang saat beraktivitas di luar rumah. Setelah kembali ke dalam rumah, segera bilas tubuh dengan air bersih untuk menghilangkan sisa debu yang menempel.

Kapan Harus Membersihkan Kulit Setelah Terpapar Abu?

Jangan menunggu sampai kulit terasa gatal untuk membersihkan diri. Segera setelah tiba di rumah dari luar ruangan, lepaskan pakaian dan bilas tubuh dengan air mengalir.

Hindari menggosok kulit terlalu keras saat membersihkan diri. Cukup gunakan sabun lembut dan tepuk-tepuk kulit hingga kering dengan handuk bersih, lalu aplikasikan pelembap untuk mengunci hidrasi dan memperkuat lapisan kulit.

Jika setelah dibersihkan kulit masih menunjukkan gejala seperti ruam meluas, bengkak, atau gatal yang tak kunjung reda, segera konsultasikan dengan dokter kulit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: health.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks