KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kasus Influenza A dilaporkan meningkat di sejumlah daerah dan jadi perbincangan hangat para orang tua. Penyakit ini sering disangka flu biasa, padahal gejalanya bisa datang mendadak dan lebih berat. Berikut penyebab, gejala, dan kapan ibu perlu membawa anak ke dokter.
Kasus Influenza A kembali meningkat di beberapa daerah dan ramai dibicarakan di media sosial. Banyak ibu yang bertanya-tanya, apa bedanya dengan flu biasa yang sering dialami anak. Dokter Spesialis Anak, dr. Ardi Santoso, lewat unggahan di akun Instagramnya menegaskan bahwa Influenza A bukanlah flu atau pilek biasa.
Penyakit ini menyerang sistem pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Anak-anak termasuk kelompok yang paling rentan terinfeksi, sehingga ibu perlu mengenali gejalanya sejak dini.
Apa Itu Influenza A dan Bedanya dengan Flu Biasa
Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, influenza adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Meski gejalanya mirip flu biasa, influenza diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu A, B, dan C.
Influenza A disebabkan oleh wabah flu tahunan dan berpotensi menjadi pandemi global. Influenza B biasanya hanya menyebabkan wabah lokal, sedangkan Influenza C cenderung lebih ringan dan tidak mewabah.
Gejala Influenza A yang Perlu Ibu Waspadai
Influenza A bisa muncul secara mendadak, berbeda dengan flu biasa yang biasanya berkembang perlahan. dr. Ardi Santoso menyebut beberapa gejala khas yang perlu diperhatikan orang tua.
- Demam tinggi
- Batuk dengan intensitas cukup berat
- Sakit kepala
- Pegal dan nyeri otot
- Menggigil dan lemas
- Sakit tenggorokan
- Hidung berair dan tersumbat
Kombinasi gejala ini yang membuat Influenza A terasa lebih berat dibanding flu biasa. Anak yang terinfeksi biasanya tampak lemas dan tidak bersemangat menjalani aktivitas harian.
Mengapa Anak Lebih Rentan Terkena Influenza A
Influenza merupakan penyakit yang umum menyerang anak-anak. Sistem kekebalan tubuh anak belum sepenuhnya matang, sehingga lebih mudah terpapar virus dari lingkungan sekitar.
Penularan bisa terjadi melalui droplet saat anak berinteraksi dengan penderita, misalnya di sekolah, tempat bermain, atau ruang publik. Momen pergantian musim juga kerap meningkatkan risiko penyebaran.
Kapan Anak Perlu Dibawa ke Dokter
Beberapa kondisi memerlukan penanganan medis segera, terutama jika gejala memburuk. Ibu sebaiknya tidak menunda konsultasi ke dokter anak ketika demam tinggi tidak turun dalam beberapa hari.
Waspadai juga tanda seperti anak sulit bernapas, lemas berlebihan, tidak mau makan atau minum, hingga kejang. Anak dengan kondisi kesehatan khusus, seperti asma atau penyakit jantung, juga perlu perhatian ekstra.
Pastikan anak cukup istirahat, penuhi asupan cairan, dan berikan makanan bergizi selama masa pemulihan. Jangan berikan obat sembarangan tanpa anjuran dokter, terutama untuk anak di bawah usia dua tahun.
Langkah Pencegahan di Rumah
Menjaga kebersihan tangan menjadi cara paling sederhana untuk menekan risiko penularan. Ajarkan anak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah bermain di luar.
Hindari membawa anak ke keramaian saat sedang musim flu meningkat. Jika ada anggota keluarga yang sakit, pisahkan alat makan dan gunakan masker agar tidak menular ke anak.
Mengenali gejala Influenza A sejak awal membantu ibu mengambil langkah tepat. Dengan penanganan yang cepat dan pencegahan yang konsisten, anak bisa pulih lebih nyaman tanpa risiko komplikasi.