Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 3,71 hingga 3,84 persen pada 2026. Target ini lebih rendah dibandingkan perkiraan capaian pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 yang mencapai 6,6 persen. Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda menegaskan pemerintah tidak sekadar mengejar angka, tetapi memastikan dampaknya terhadap pendapatan masyarakat.
KOBA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah berada di kisaran 3,71 hingga 3,84 persen pada 2026. Angka ini menunjukkan tren normalisasi setelah perkiraan pertumbuhan ekonomi 2025 yang mencapai 6,6 persen.
Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda menyampaikan bahwa capaian makro tersebut bukanlah tujuan akhir. Kebijakan ekonomi daerah diarahkan agar pertumbuhan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi harus mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Efrianda di Koba, Sabtu.
Pengolahan Komoditas Lokal Jadi Prioritas
Pemkab Bangka Tengah memandang sektor pertanian dan perkebunan masih memiliki ruang pengembangan yang besar. Dorongan tidak hanya menyasar peningkatan produktivitas, tetapi juga pengolahan hasil dan perluasan akses pemasaran.
“Karena itu, sektor yang menjadi kekuatan daerah perlu didorong tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga pengolahan dan pemasarannya,” ujar dia.
Sektor perikanan turut menjadi perhatian. Pemerintah menilai komoditas hasil tangkapan dan budi daya memiliki peluang untuk ditingkatkan nilai tambahnya melalui pengembangan usaha.
UMKM dan Penyerapan Tenaga Kerja Jadi Indikator Keberhasilan
Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu instrumen kunci dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Intervensi pemerintah diarahkan pada peningkatan produktivitas, akses pembiayaan, kualitas produk, hingga perluasan pasar.
Menurut Efrianda, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari capaian angka pertumbuhan makro. Pemerintah menempatkan peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan perkembangan UMKM sebagai indikator penting dalam evaluasi kinerja perekonomian daerah.
Penurunan angka kemiskinan serta pemerataan manfaat pembangunan juga menjadi perhatian utama dalam menyusun kebijakan ke depan.
Arah Kebijakan Ekonomi 2026
“Dengan arah kebijakan tersebut, pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak berhenti pada peningkatan angka statistik, tetapi memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat Bangka Tengah,” kata Efrianda.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperkuat produktivitas sektor unggulan sekaligus memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat di kabupaten yang beribukota di Koba tersebut.