Pencarian

Premi Asuransi Kendaraan di RI Hanya Naik 2,9% Sepanjang Kuartal I-2026, Lebih Lambat dari Penjualan Mobil

Kamis, 18 Juni 2026 • 23:44:31 WIB
Premi Asuransi Kendaraan di RI Hanya Naik 2,9% Sepanjang Kuartal I-2026, Lebih Lambat dari Penjualan Mobil
Premi asuransi kendaraan di Indonesia naik 2,9% pada kuartal I-2026, lebih lambat dari pertumbuhan penjualan mobil.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — AAUI mencatat lini kendaraan bermotor masih menjadi kontributor premi terbesar kedua industri asuransi umum dengan pangsa 17,3%. Namun, pertumbuhan tipis 2,9% itu menunjukkan pasar mulai melambat di tengah perang diskon antar ATPM. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat wholesales mobil pada Januari–Maret 2026 mencapai 209.021 unit, naik dari 205.539 unit pada kuartal I-2025.

Daya Beli Masyarakat dan Insentif Pajak Jadi Kunci

Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan, industri kendaraan masih bergelut dengan tekanan daya beli masyarakat. "Untuk asuransi kendaraan memang ada sedikit pertumbuhan. Namun, dengan adanya wacana penghentian insentif pajak, tentu akan menjadi faktor yang menahan pertumbuhan pasar kendaraan," ujarnya dalam paparan kinerja di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Menurut Budi, insentif yang diberikan pemerintah selama ini terbukti efektif menjaga minat beli, baik secara tunai maupun kredit. Jika insentif dihentikan, permintaan kendaraan baru berpotensi turun dan secara langsung menekan perolehan premi asuransi kendaraan.

Klaim Melandai, Kendaraan Listrik Mulai Diperhitungkan

Di sisi klaim, tekanan terhadap industri terbilang rendah. AAUI mencatat total klaim asuransi kendaraan bermotor mencapai Rp 1,82 triliun pada kuartal I-2026, hanya naik 0,2% dari tahun lalu. Lini ini menjadi penyumbang klaim terbesar ketiga industri asuransi umum dengan kontribusi 14,1%.

Fenomena lain yang mulai terlihat adalah penetrasi kendaraan listrik. Pada Maret 2026, penjualan EV tercatat sekitar 33.000 unit atau 16% dari total penjualan mobil nasional. Budi mengakui segmen ini membuka peluang baru, namun tidak semua perusahaan asuransi siap. "Kendaraan listrik memang berpotensi berkembang. Namun, industri juga masih perlu melakukan kajian lebih lanjut karena karakteristik risikonya berbeda dengan kendaraan konvensional," jelasnya.

Prospek ke Depan: Tergantung Kebijakan Pemerintah

AAUI menilai prospek asuransi kendaraan bermotor sepanjang 2026 akan sangat bergantung pada tiga faktor: daya beli masyarakat, volume penjualan kendaraan nasional, dan kelanjutan insentif pajak otomotif. Tanpa kepastian kebijakan dari pemerintah, pertumbuhan premi diprediksi masih akan berjalan lambat meski penjualan mobil menunjukkan tren positif.

Bagikan
Sumber: keuangan.kontan.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks