Pencarian

Mahasiswa Makassar Gelar Forum Dialog Kebangsaan, Desak Pemerintah Tindak Tegas Mafia dan Perkuat Pengawasan Program Rakyat

Kamis, 18 Juni 2026 • 13:55:31 WIB
Mahasiswa Makassar Gelar Forum Dialog Kebangsaan, Desak Pemerintah Tindak Tegas Mafia dan Perkuat Pengawasan Program Rakyat
Mahasiswa Makassar menggelar Forum Dialog Kebangsaan di Kopi Teko untuk membahas isu nasional.

MAKASSAR — Puluhan mahasiswa dari berbagai universitas di Makassar menggelar Forum Dialog Kebangsaan untuk menyikapi dinamika nasional, Selasa (16/6/2026). Forum yang diinisiasi BEM se-Kota Makassar ini mendesak pemerintah agar tidak kalah oleh mafia, memperkuat pemberantasan korupsi, serta memperketat pengawasan program-program kesejahteraan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kegiatan bertajuk “Akselerasi Kesejahteraan Masyarakat: Peran Mahasiswa Dalam Memutus Rantai Kesenjangan Menuju Indonesia Emas” ini berlangsung di Kopi Teko, Kota Makassar. Hadir sebagai tuan rumah, BEM Universitas Muhammadiyah (UNISMUH) Makassar.

Independensi Gerakan dan Ancaman Oligarki

Presiden Mahasiswa UNISMUH Makassar, Andi Rama Ramadhan, menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap independen dan tidak boleh ditunggangi kepentingan politik praktis. Hal ini merespons isu “Reformasi Jilid II” yang belakangan mencuat di kalangan aktivis.

“Gerakan kita harus matang berbasis data, serta tidak boleh ditunggangi oleh kepentingan politik praktis maupun elit oligarki, apalagi dengan tren isu Reformasi Berjilid,” tegas Andi Rama dalam forum tersebut.

Desakan: Bongkar Mafia dan Perkuat Tata Kelola

Forum juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah dan sejumlah program prioritas nasional. Mahasiswa mendesak negara hadir secara tegas dalam memberantas korupsi dan membongkar praktik mafia di sektor migas.

“Kami berharap dan menegaskan agar negara tidak boleh kalah oleh mafia. Perkuat pemberantasan korupsi, bongkar mafia migas, serta perkuat tata kelola dan pengawasan terhadap pelaksanaan program-program yang bertujuan menyejahterakan rakyat,” tambah Andi Rama.

Akademisi: Jangan Mudah Terprovokasi, Dukung Program yang Tepat

Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk akademisi Dr. Kurniawan, S.H., M.H., serta para demisioner presiden mahasiswa dari UIN Alauddin, UNISMUH, dan UNM. Ahmad Aidil Fahri, Demisioner Presma UIN Alauddin Makassar 2020, mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang ingin memanfaatkan situasi.

“Kita harus bersama-sama menjaga kondusivitas situasi dan mendorong pemerintah agar tidak kalah dengan pihak asing maupun pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa. Negara kita bukan negara yang bisa didikte, negara kita kuat,” pungkas Ahmad Aidil.

Ia menambahkan, mahasiswa perlu mendukung penguatan tata kelola pelaksanaan program pemerintah. “Tidak semua hal harus kita tolak,” ujarnya.

Pimpinan BEM Makassar yang Hadir

Sejumlah pimpinan BEM turut hadir dalam forum ini, antara lain Presiden Mahasiswa UNM Nur Intan Maharani Illyas, Presiden Mahasiswa STIEM Bongaya Muh. Zain Aditya, Sekjend DEMA UIN Alauddin Makassar, dan Presma Poltekkes Muh. Farhan Parsia.

Bagikan
Sumber: poltamnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks