KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pembentukan holding Kawasan Industri Indonesia telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Danantara. Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengungkapkan, keputusan ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar-besaran yang tengah berjalan.
"Holding baru yang khusus mengurusi seluruh kawasan kita. Nanti kawasan industri ini akan menjadi salah satu harapan untuk menarik investor masuk," kata Dony beberapa waktu lalu.
Restrukturisasi dan Target Operasi
Proses restrukturisasi holding ini ditargetkan rampung pada 2026. Seluruh anak usaha yang sebelumnya berada di bawah Danareksa akan dipindahkan ke Danantara sebagai bagian dari konsolidasi. Kawasan Industri Indonesia sendiri diproyeksikan mulai beroperasi penuh pada 2027.
Dony menjelaskan, selama ini pengelolaan kawasan industri oleh BUMN dinilai belum optimal karena bercampur dengan lini bisnis lain. Dengan adanya holding khusus, diharapkan seluruh operasional bisa berjalan lebih efisien dan fokus.
Strategi Baru Pengelolaan Kawasan
Untuk menjalankan bisnisnya, Kawasan Industri Indonesia akan menerapkan beberapa pendekatan strategis. Mulai dari pengembangan infrastruktur, pemasaran kawasan, hingga layanan terpadu bagi investor.
"Semuanya diarahkan ke pengelolaan kawasan. Model bisnis dan struktur organisasinya disederhanakan agar lebih profesional," ujar Dony.
Danantara juga akan menempatkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus di bidang manajemen kawasan industri. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap kawasan industri yang dikelola BUMN mampu bersaing di tingkat global.
Dampak bagi Investasi dan Perekonomian
Pembentukan holding ini diharapkan menjadi magnet baru bagi investor asing maupun domestik. Dengan pengelolaan yang lebih terintegrasi, proses perizinan dan pengembangan kawasan industri diyakini akan lebih cepat dan transparan.
Kehadiran Kawasan Industri Indonesia juga dinilai strategis dalam mendukung program hilirisasi dan pengembangan industri manufaktur nasional. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi sektor riil.
Dengan target operasi penuh pada 2027, Danantara optimistis holding baru ini mampu mengoptimalkan aset-aset kawasan industri BUMN yang selama ini tersebar dan belum tergarap maksimal.