BANGKA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah angkatan kerja di Kabupaten Bangka pada 2025 mencapai 179,45 ribu orang, naik 2.581 pekerja dari tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, sebanyak 171,15 ribu orang tercatat sudah bekerja, sementara sisanya masih menganggur.
Secara historis, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di daerah ini terus menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada Desember 2022, TPT masih berada di angka 5,39%, lalu turun ke 5,03% pada 2023, dan kembali menurun ke 4,91% pada 2024.
Kenaikan Jumlah Pekerja Tidak Diikuti Pertumbuhan Ekonomi
Meski jumlah penduduk yang bekerja meningkat—dari 164,39 ribu pekerja pada 2023 menjadi 168,19 ribu pada 2024—pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bangka justru terkontraksi. Data BPS menunjukkan perekonomian daerah ini minus 0,44% pada 2024, berbanding terbalik dengan catatan positif 4,42% pada tahun sebelumnya.
Fenomena ini menarik karena biasanya penurunan pengangguran sejalan dengan ekspansi ekonomi. Namun, di Kabupaten Bangka, peningkatan serapan tenaga kerja tidak serta-merta mendorong pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB).
Bagaimana Posisi Bangka di Tingkat Nasional?
Dengan TPT 4,91%, Kabupaten Bangka berada di urutan ke-165 secara nasional. Angka ini masih di atas rata-rata nasional yang tercatat 4,1% pada Desember 2024.
Di tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tingkat pengangguran terbuka tertinggi pada 2024 justru terjadi di Kota Pangkal Pinang, yakni 5,98%. Disusul Kabupaten Bangka Selatan 4,94%, Kabupaten Bangka 4,91%, Kabupaten Bangka Barat 4,88%, dan Kabupaten Bangka Tengah 4,23%.
Kondisi Pasca Pandemi: Angkatan Kerja Terus Bertambah
Dalam enam tahun terakhir, jumlah angkatan kerja di Kabupaten Bangka terus meningkat, termasuk setelah pandemi Covid-19. Pada 2023, angkatan kerja tercatat 173,1 ribu orang, lalu naik menjadi 179,45 ribu orang pada proyeksi 2025.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun pengangguran turun, tekanan di pasar kerja masih ada karena jumlah pencari kerja baru terus bertambah setiap tahun. Pemerintah daerah diharapkan bisa mendorong sektor-sektor produktif yang mampu menyerap tenaga kerja sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi.