Pencarian

Harga Bahan Pokok di Bangka Selatan Sempat Anjlok, Pemkab Gelar Rapat TPID Jelang Iduladha 1447 H

Kamis, 21 Mei 2026 • 14:14:59 WIB
Harga Bahan Pokok di Bangka Selatan Sempat Anjlok, Pemkab Gelar Rapat TPID Jelang Iduladha 1447 H
Rapat TPID Bangka Selatan membahas fluktuasi harga bahan pokok menjelang Iduladha 1447 H.

Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Basel, Hefi Nuranda, di Toboali, Rabu (20/5/2026), mengupas tuntas perkembangan harga di wilayah tersebut. Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa pada awal tahun, harga bahan pokok di Basel mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini dinilai sebagai koreksi setelah harga melonjak tinggi pada akhir 2025 akibat Natal, Tahun Baru, dan cuaca buruk.

Namun, tren tersebut berbalik pada Februari 2026. Harga kembali merangkak naik karena sejumlah perayaan besar terjadi berdekatan, seperti tradisi Ruwahan, Tahun Baru Imlek, dan Bulan Ramadan. "Pada Maret 2026 harga kembali mengalami penurunan dan cenderung terus menurun hingga saat ini," ujar Hefi dalam sambutannya.

Anjloknya Harga: Kabar Baik bagi Konsumen, Beban bagi Petani

Sekda Hefi memberikan catatan penting di balik penurunan harga yang terjadi. Ia menyebut bahwa meski menguntungkan konsumen karena daya beli meningkat, penurunan yang berlangsung terlalu lama justru berdampak buruk bagi produsen dan petani. "Pendapatan mereka ikut menurun," tegasnya, menyoroti kerentanan sektor hulu pangan di Basel.

Kondisi ini menjadi salah satu fokus utama dalam High Level Meeting (HLM) TPID. Pemerintah daerah tak hanya ingin menjaga harga tetap terjangkau, tetapi juga memastikan petani dan produsen tidak mengalami kerugian. Stabilitas harga yang ideal menjadi target utama.

Mengapa Inflasi Basel Berbeda dengan Provinsi?

Dalam paparannya, Hefi juga mengungkap anomali data inflasi. Pada awal tahun, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Basel justru menunjukkan angka penurunan, sementara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kota Pangkalpinang mengalami inflasi. Ia menjelaskan perbedaan ini terjadi karena metode penghitungan yang berbeda. IPH hanya mencakup kelompok makanan dan minuman, sedangkan inflasi dihitung dari 11 kelompok pengeluaran yang lebih luas.

Perbedaan data ini menjadi sinyal bagi TPID untuk tidak hanya mengandalkan satu indikator dalam mengambil kebijakan. Koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Basel dan Bank Indonesia menjadi krusial untuk membaca kondisi riil di lapangan.

Langkah Strategis Jelang Iduladha: Stok Aman, Harga Stabil

Rapat yang dihadiri Kepala OPD, Forkopimda, instansi vertikal, serta perwakilan Bank Indonesia ini menghasilkan sejumlah langkah strategis. Fokus utama adalah memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok, terutama komoditas yang permintaannya melonjak saat Iduladha, seperti daging sapi dan kambing.

Selain Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, rapat juga melibatkan Dinas Perhubungan untuk kelancaran distribusi, serta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan untuk memantau harga di tingkat pedagang. "Langkah-langkah ini diharapkan dapat berjalan optimal sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi daerah dapat dikendalikan dengan baik," pungkas Hefi. Pemkab Basel berkomitmen untuk terus memantau perkembangan harga hingga pasca-perayaan Iduladha.

Bagikan
Sumber: cerapan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks