Pencarian

Google Pastikan Desain Liquid Glass Milik Apple Tidak Hadir di Android

Rabu, 06 Mei 2026 • 21:52:01 WIB
Google Pastikan Desain Liquid Glass Milik Apple Tidak Hadir di Android
Sameer Samat menegaskan desain Liquid Glass Apple tidak akan hadir di perangkat Android dan Pixel.

Sameer Samat selaku President of Android Ecosystem menegaskan bahwa bahasa desain Liquid Glass tidak akan diadopsi ke dalam ekosistem Android maupun perangkat Pixel. Keputusan ini mengakhiri spekulasi mengenai potensi perubahan antarmuka Google yang sempat dikhawatirkan akan mengekor estetika terbaru milik Apple.

Kepastian mengenai arah visual Android ini muncul setelah Sameer Samat memberikan respons singkat namun tegas melalui akun media sosial X miliknya pekan ini. Menanggapi sebuah konsep visual (mockup) yang memperlihatkan antarmuka Pixel dengan gaya Liquid Glass, Samat menyatakan bahwa perubahan desain tersebut "tidak akan terjadi" di sisi Google.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Google memilih untuk menjaga jarak dari tren estetika iOS yang belakangan memicu perdebatan di kalangan pemerhati UI/UX. Alih-alih mengikuti jejak kompetitor, raksasa teknologi asal Mountain View ini tampaknya lebih memilih untuk mematangkan identitas visual mereka sendiri yang sudah dibangun selama lebih dari satu dekade.

Prioritas Google pada Evolusi Material Design

Penolakan terhadap Liquid Glass bukan tanpa alasan teknis dan filosofis. Google telah menginvestasikan sumber daya yang masif untuk mengembangkan Material Design, yang kini telah mencapai evolusi terbaru melalui Material 3 Expressive. Bahasa desain ini mengedepankan personalisasi warna dan tata letak yang adaptif terhadap kebutuhan pengguna.

Berdasarkan riset internal perusahaan, pendekatan Material Design terbukti memberikan pengalaman navigasi yang lebih intuitif bagi pengguna Android dibandingkan gaya transparan yang ekstrem. Google meyakini bahwa fungsionalitas dan kejelasan informasi harus tetap menjadi prioritas utama di atas sekadar estetika visual yang sedang tren.

Kontras Strategi dengan Vendor Tiongkok dan Samsung

Sikap kaku Google ini justru berbanding terbalik dengan langkah yang diambil oleh para mitra manufakturnya. Sejumlah merek besar seperti Oppo, OnePlus, dan Xiaomi terpantau semakin gencar mengadopsi elemen visual yang menyerupai standar desain Apple ke dalam antarmuka mereka masing-masing.

  • Oppo (ColorOS): Kini dipenuhi dengan elemen UI yang menyerupai kaca transparan dan efek kedalaman yang identik dengan Liquid Glass.
  • Samsung (One UI): Mulai mengadopsi penempatan tombol melayang dan desain menu yang mengikuti standar desain terbaru dari Cupertino.
  • Xiaomi (HyperOS): Secara konsisten mempertahankan estetika yang memiliki kemiripan visual tinggi dengan ekosistem iOS.

Diferensiasi antara Android "murni" pada lini Pixel dengan Android modifikasi dari vendor pihak ketiga kini semakin melebar. Fenomena ini menciptakan dua kubu besar di pasar: vendor yang ingin memberikan pengalaman "mirip iPhone" dan Google yang berupaya mempertahankan keunikan ekosistemnya sendiri.

Efek Blur di Android 17 Bukan Berarti Liquid Glass

Meski menolak Liquid Glass, Google tidak sepenuhnya menutup diri dari pembaruan visual. Bocoran internal menunjukkan bahwa Android 17 kemungkinan besar akan memperkenalkan lebih banyak efek blur pada elemen sistemnya. Namun, perlu digarisbawahi bahwa penggunaan efek blur secara teknis sangat berbeda dengan konsep Liquid Glass yang diusung Apple.

Liquid Glass melibatkan interaksi lapisan yang lebih kompleks, simulasi material fisik, dan distorsi cahaya yang berat pada antarmuka. Google diprediksi hanya akan menggunakan blur sebagai alat bantu hierarki visual untuk memfokuskan perhatian pengguna, tanpa mengubah fundamental Material Design yang selama ini menjadi ciri khas Pixel.

Detail lebih mendalam mengenai masa depan desain dan fungsi sistem operasi ini diperkirakan akan terungkap dalam ajang "The Android Show" yang dijadwalkan pada 12 Mei mendatang. Google memberikan bocoran bahwa tahun ini akan menjadi salah satu periode pembaruan terbesar bagi ekosistem Android di tengah persaingan teknologi kecerdasan buatan dan integrasi perangkat keras yang semakin ketat.

Bagikan
Sumber: 9to5google.com

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks