Keputusan menahan suku bunga ini sudah diperkirakan oleh pasar. Yang mengejutkan adalah nada pernyataan kebijakan yang menyertainya. The Fed secara eksplisit menyebut "ketidakpastian yang meningkat" akibat konflik di Timur Tengah sebagai faktor yang membuat inflasi masih membandel di atas target 2%.
"Aktivitas ekonomi tetap ekspansif meskipun ada ketidakpastian yang tinggi," bunyi pernyataan resmi The Fed, seraya menambahkan bahwa tekanan harga di sektor energi menjadi salah satu penyebab utama inflasi yang lengket.
Proyeksi terbaru menunjukkan suku bunga dana federal diprediksi berada di 3,8% pada akhir 2026 — naik signifikan dari proyeksi Maret yang hanya 3,4%. Lebih dari itu, proyeksi untuk 2027 dan 2028 juga di