RTX IO sebenarnya bukan teknologi baru — pertama kali diperkenalkan bersama GPU seri RTX 30 pada 2020 — namun baru sekarang diintegrasikan langsung ke RTX Remix. Masalah utama modding game lawas dengan pencahayaan ray tracing penuh adalah ukuran file yang membengkak drastis. Pasalnya, aset asli game tidak dihapus; RTX Remix hanya menyuntikkan aset baru di atasnya saat game dijalankan.
Dengan opsi kompresi baru di alur kerja pengemasan, RTX IO kini mampu menekan ukuran file secara signifikan. Hasilnya sudah terlihat: demo Half-Life 2 RTX menyusut dari 80GB menjadi hanya 50GB — penurunan 37,5 persen. Sementara itu, Portal with RTX kini hanya membutuhkan 17GB, turun dari sebelumnya 27GB. Tiga game yang sudah mendukung fitur ini adalah Portal with RTX, Portal: Prelude RTX, dan demo Half-Life 2 RTX.
Smooth Normals: Geometri Game Lawas Kini Tampak Lebih Halus
Fitur lain yang paling dinantikan komunitas adalah Smooth Normals. Saat geometri game lama ditingkatkan dengan pencahayaan modern, beberapa elemen tampak kotak-kotak — mirip seperti anti-aliasing dimatikan. Sebelumnya, memperhalus tampilan ini harus dilakukan secara manual, proses yang memakan waktu dan membutuhkan keahlian teknis.
Pembaruan RTX Remix 1.5 kini menghasilkan smooth normals secara otomatis. Hasilnya, objek dalam game tampak lebih alami dan mulus tanpa perlu sentuhan tangan satu per satu. Ini menjadi lompatan besar bagi modder yang ingin hasil visual maksimal tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di editor 3D.
RTX Remix Skills: Bikin Mod Tanpa Bisa Coding Sekalipun
Nvidia juga memperkenalkan RTX Remix Skills, fitur berbasis agen AI yang dirancang untuk menurunkan hambatan masuk bagi pembuat mod. Dengan kata lain, pengguna yang tidak memiliki pengalaman coding atau latar belakang teknis pun bisa mulai membuat modifikasi game. Agen ini membantu mempercepat alur kerja, mulai dari pengaturan material hingga penyesuaian pencahayaan.
Menariknya, Nvidia mengklaim sejumlah game besar seperti Dark Souls, Dragon Age: Origins, dan Titanfall 2 sudah dalam proses ditingkatkan berkat pendekatan yang lebih sederhana ini. File instruksi agen Remix tersedia di GitHub untuk digunakan bersama coding agent pilihan masing-masing modder.
Akses Terbuka, Tapi Ada Syarat GPU
RTX Remix kini bersifat open source dan tersedia untuk publik — artinya siapa pun bisa memainkan game hasil modifikasi tanpa harus memiliki GPU Nvidia. Koleksi mod yang sudah jadi bisa ditemukan di ModDB. Namun, untuk proses pengembangan atau pembuatan mod, GPU Nvidia tetap menjadi syarat mutlak. Aplikasi RTX Remix sendiri bisa diunduh langsung dari Nvidia App.
Langkah Nvidia ini sekaligus memperkuat posisinya di ekosistem modding, namun tidak lepas dari kritik. Beberapa pengamat mengingatkan bahwa ketergantungan pada teknologi proprietary Nvidia seperti RTX IO dan fitur eksklusif lainnya membuat kompetitor — termasuk AMD — semakin sulit mengejar. Seperti yang pernah dikatakan Tom Petersen, teknisi senior Nvidia, perusahaan kini lebih mengikuti spesifikasi buatan sendiri ketimbang standar industri seperti DirectX 12. Pola ini mengingatkan pada era PhysX yang sempat menjadi senjata Nvidia untuk mengunci pengguna dalam ekosistemnya.