PANGKALPINANG — Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,53 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan I 2026. Capaian ini menunjukkan tren stabil jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang berada di angka 4,54 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy menjelaskan bahwa angka tersebut menjadi bukti ketangguhan ekonomi lokal. Gejolak geopolitik global dan proses moderasi ekonomi yang sedang berlangsung tidak menghambat laju pertumbuhan di Negeri Serumpun Sebalai.
"Pertumbuhan ini menunjukkan ekonomi daerah tetap tangguh di tengah gejolak geopolitik global dan proses moderasi ekonomi yang masih berlangsung," kata Rommy di Pangkalpinang, Rabu.
Lonjakan Sektor Akomodasi dan Dampak Program Gizi
Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatatkan pertumbuhan paling impresif, yakni mencapai 39,46 persen (yoy). Kenaikan signifikan ini dipicu oleh perluasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di berbagai wilayah.
Momentum hari besar keagamaan turut memperkuat kinerja sektor ini. Aktivitas ekonomi masyarakat meningkat drastis seiring dengan periode Ramadan, Idulfitri, dan Imlek yang jatuh dalam waktu berdekatan pada tahun ini. Hal tersebut mendorong perputaran uang di sektor ritel dan jasa boga.
Sektor konstruksi juga mendapat imbas positif dari pembangunan fisik fasilitas SPPG dan KDMP. Sementara itu, dari lapangan usaha pertanian, kenaikan produksi perikanan, tanaman pangan, dan peternakan menjadi penopang stabilitas pasokan pangan daerah.
Belanja Pemerintah Tumbuh 14 Persen Berkat Makan Bergizi Gratis
Dilihat dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah mengalami lonjakan paling tinggi sebesar 14,58 persen (yoy). Faktor utamanya adalah realisasi belanja barang untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi pegawai.
Konsumsi rumah tangga juga tetap tumbuh positif di angka 3,88 persen (yoy). Terbukanya lapangan kerja baru dari berbagai proyek strategis berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat, yang kemudian meningkatkan daya beli di pasar lokal.
Investasi fisik atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) turut terkerek 4,50 persen (yoy). Pertumbuhan ini terlihat dari masifnya pembangunan fasilitas publik dan peningkatan volume penjualan kendaraan bermotor sebagai modal transportasi usaha.
Langkah BI Dorong Hilirisasi dan Digitalisasi UMKM
Bank Indonesia menyiapkan strategi Optimisme, Komitmen, dan Sinergi (OKS) untuk menjaga momentum pertumbuhan ini. Fokus utama ke depan adalah mendorong investasi hilirisasi pada sektor perkebunan dan industri pengolahan agar komoditas unggulan Babel memiliki nilai tambah tinggi.
Sektor pariwisata dan industri kreatif berbasis kearifan lokal juga terus dikembangkan. Akselerasi digitalisasi UMKM menjadi prioritas agar produk lokal mampu menembus ekosistem pasar global melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Penguatan transaksi digital melalui QRIS, termasuk layanan QR Cross Border, terus diperluas. Langkah ini didukung oleh kembalinya konektivitas penerbangan internasional rute Tanjungpandan-Singapura yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.
"Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat stabilitas ekonomi, mendorong sumber pertumbuhan baru, serta mendukung kebangkitan sektor unggulan yang inklusif dan berkelanjutan di Bangka Belitung," ujar Rommy.