PANGKALPINANG — Langkah itu mencakup penguatan kajian akademis, dokumentasi sejarah, publikasi, edukasi masyarakat, hingga penyelesaian administrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Ahmad Wahyudi, yang akrab disapa Yuko, menegaskan pihaknya tidak ingin bergerak setengah-setengah dalam pengusulan gelar tersebut.
"Kami tidak ingin bergerak setengah-setengah. Rencana kegiatan dari November 2026 hingga April 2027 ini disusun secara terstruktur agar target menjadikan Tony Wen sebagai Pahlawan Nasional pada 2027 dapat tercapai dengan landasan yang kuat," kata Yuko, Sabtu (17/10/2026).
Naskah Akademik Jadi Fondasi Pengusulan
Prioritas utama dalam agenda enam bulan itu adalah penyusunan naskah akademik kepahlawanan Tony Wen. SMSI Bangka akan melibatkan kalangan akademisi dan sejarawan untuk mendokumentasikan perjalanan hidup, rekam jejak perjuangan, serta kontribusi Tony Wen bagi bangsa berdasarkan bukti sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Untuk memperkuat kajian, SMSI Bangka menjajaki kerja sama dengan Institut Pahlawan 12. Kolaborasi itu diharapkan memperkaya kajian historis sekaligus memastikan proses pengusulan berjalan sistematis.
Bukan Sekadar Pengusulan Gelar
Yuko menyebut perjuangan ini bagian dari ikhtiar merawat sejarah dan mengenalkan rekam jejak tokoh daerah. Ada pula tujuan membangun kebanggaan masyarakat Bangka Belitung terhadap sosok yang dinilai punya arti penting dalam perjalanan bangsa.
Menurut SMSI Bangka, pengusulan gelar Pahlawan Nasional tidak cukup hanya dengan membangun dukungan publik. Diperlukan dokumentasi lengkap, argumentasi historis yang kuat, serta pemenuhan seluruh persyaratan formal dan substantif sesuai regulasi.
Nama Tony Wen sendiri kembali menjadi perhatian dalam upaya mengangkat tokoh sejarah asal Bangka Belitung ke panggung nasional. Rentang November 2026–April 2027 akan dipakai untuk menuntaskan seluruh tahapan persiapan sebelum pengusulan resmi diajukan.