Pencarian

KAI Logistik Angkut 62 Ribu Ton CPO Sepanjang 2026, Perkuat Rantai Pasok Sawit Nasional

Jumat, 16 Oktober 2026 • 15:46:01 WIB
KAI Logistik Angkut 62 Ribu Ton CPO Sepanjang 2026, Perkuat Rantai Pasok Sawit Nasional
KAI Logistik mengangkut 62 ribu ton CPO sepanjang 2026 melalui layanan pra-purna.

JAKARTA — Layanan pra-purna angkutan CPO yang dijalankan KAI Logistik mengintegrasikan proses operasional sebelum dan sesudah perjalanan kereta. Cakupan layanan ini melengkapi angkutan kereta api yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi komoditas curah. Integrasi tersebut menyambungkan sentra produksi, fasilitas pengolahan, dan titik distribusi dalam satu alur yang lebih terkendali.

Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, menyebut capaian volume ini sebagai langkah positif bagi pengembangan bisnis perusahaan.

"Capaian volume pra-purna angkutan CPO ini menjadi langkah positif dalam pengembangan bisnis KAI Logistik, khususnya dalam memperkuat integrasi layanan logistik dari hulu hingga hilir," kata Aniek.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan industri tidak berhenti pada layanan angkutan, melainkan juga kepastian dan kelancaran seluruh proses distribusi.

Mengapa Layanan Pra-Purna Jadi Kunci Distribusi Sawit

Industri kelapa sawit menempati posisi strategis dalam perekonomian nasional. Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi pada April 2026 menyampaikan bahwa sektor ini menyumbang sekitar 3,5 persen terhadap produk domestik bruto Indonesia.

Pada 2025, nilai ekspor sawit tercatat sekitar US$40 miliar dengan volume 38,84 juta ton. Angka itu menegaskan skala distribusi yang harus ditopang ekosistem logistik mumpuni, mulai dari kebun hingga pelabuhan ekspor.

Pemerintah sendiri terus mendorong hilirisasi untuk menaikkan nilai tambah komoditas di dalam negeri. Pengembangan industri turunan kelapa sawit menyasar kebutuhan pangan, industri, dan energi.

33.782 Ton Terealisasi pada Triwulan III 2026

Dari total sekitar 62 ribu ton sejak Mei 2026, sebanyak 33.782 ton di antaranya terealisasi sepanjang Triwulan III. Pencapaian itu menunjukkan layanan pra-purna mulai menangkap kebutuhan pelaku industri yang sebelumnya mengandalkan moda lain.

KAI Logistik menyebut layanan terintegrasi ini menghadirkan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan dalam ekosistem logistik nasional.

Bagi daerah penghasil sawit, termasuk wilayah di Sumatera dan Kalimantan, kelancaran distribusi menentukan harga di tingkat petani. Hambatan di titik pengumpulan atau pengolahan langsung berdampak pada waktu tunggu dan biaya angkut.

Hilirisasi Menuntut Rantai Pasok yang Rapi

Penguatan rantai pasok menjadi prasyarat agar distribusi bahan baku dan produk turunan berjalan lancar. Tanpa itu, target hilirisasi berisiko tersendat di sisi logistik meski kapasitas industri hilir tersedia.

Layanan pra-purna CPO menempatkan KAI Logistik pada posisi penyedia jasa yang menangani proses sebelum dan sesudah perjalanan kereta. Pola ini memangkas serah-terima antarmoda yang biasanya memakan waktu.

Ke depan, volume angkutan menjadi indikator seberapa cepat layanan ini diterima pasar. KAI Logistik belum membeberkan target volume hingga akhir 2026.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bangkaindependent.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks