BANGKA — Seorang sumber yang dikutip bangkapedia.com menyebut lokasi tambang di Bukit Mang Kadir memang milik Andre. Menurut keterangan sumber, Andre yang standby di lokasi dan mengoperasikan ekskavator di area tersebut.
"Kalau lokasi tambang tersebut memang milik Andre karena memang beliau lah yang stand by di lokasi tambang dan menggunakan alat berat Ekskavator," ungkap sumber.
Sempat Tutup karena Kemarau, Kini Beroperasi Lagi
Tambang itu sebelumnya berhenti beroperasi. Penyebabnya bukan penertiban, melainkan kekeringan yang membuat pasokan air untuk kegiatan tambang tersendat.
"Sempat tutup beberapa waktu lalu karena tidak ada air tapi informasinya sudah dibuka lagi," jelas sumber.
Keterangan itu merujuk pada aktivitas terbaru di lokasi. Sumber menyampaikan informasi tersebut pada 16 Oktober 2026.
Pembeli Pasir Timah Belum Diketahui
Sumber mengaku tidak mengetahui ke mana hasil tambang dijual. Tidak ada keterangan soal pembeli maupun jalur penjualan pasir timah dari lokasi tersebut.
"Kalau timahnya dijual kemana saya kurang tahu," tutupnya.
Informasi soal pembeli menjadi salah satu titik yang belum terang dalam kasus ini. Aktivitas tambang skala menengah dengan alat berat biasanya meninggalkan jejak pengangkutan yang bisa ditelusuri.
Bantahan atas Klaim Penutupan 1.000 Tambang Ilegal
Pembukaan kembali tambang di Belinyu bersinggungan langsung dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidato kenegaraan pada 14 Agustus 2026, Presiden memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri mengusut tambang timah ilegal.
Presiden juga menyebut tidak mungkin tambang ilegal berjalan tanpa ada beking. Pemerintah, kata Presiden, telah menutup ribuan tambang timah ilegal di Bangka Belitung.
"Akhir tahun lalu kita telah menutup 1000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung," kata Presiden Prabowo saat pidato.
Pernyataan itu dibantah oleh kenyataan di lapangan. Andre, menurut sumber, baru-baru ini membuka lokasi tambang di wilayah Belinyu, tepatnya di Bukit Mang Kadir, Desa Riding Panjang.
Media Masih Menghubungi Pemilik Tambang
Hingga berita ini ditayangkan, media ini masih berupaya menghubungi Andre yang disebut sumber sebagai pemilik tambang. Pihak terkait lainnya juga belum memberikan keterangan.
Konfirmasi ke pemilik lokasi dan instansi berwenang diperlukan untuk memastikan status izin tambang di Bukit Mang Kadir. Tanpa keterangan resmi, aktivitas di lokasi baru diketahui dari penuturan sumber.