Pencarian

IHSG Diproyeksi Belum Pulih Usai Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Asing Masih Net Sell Rp330 Miliar

Selasa, 15 September 2026 • 08:23:01 WIB
IHSG Diproyeksi Belum Pulih Usai Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Asing Masih Net Sell Rp330 Miliar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun tipis 0,10 persen ke level 6.534 pada perdagangan Selasa (15/9/2026).

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai rebound yang terjadi pascapergantian menteri keuangan lebih bersifat relief rally ketimbang cerminan pemulihan kepercayaan investor secara menyeluruh. Pelaku pasar, kata dia, masih wait and see menantikan langkah konkret Suahasil dalam menahkodai kebijakan fiskal.

"Rebound IHSG setelah Suahasil Nazara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa lebih mencerminkan relief rally karena pasar mendapat kepastian figur, tetapi buktinya investor asing masih mencatat net sell sekitar Rp330 miliar dan indeks ditutup turun tipis 0,10 persen ke 6.534 sehingga pasar belum sepenuhnya membeli ceritanya," ujar Hendra kepada IDXChannel, Selasa (15/9/2026).

Modal Pengalaman Suahasil di Mata Pasar

Suahasil bukan sosok baru bagi pelaku pasar. Rekam jejaknya sebagai Wakil Menteri Keuangan membuatnya dianggap memahami struktur anggaran, postur penerimaan dan belanja, pembiayaan utang, hingga sensitivitas pasar. Proses adaptasi di kursi Menkeu diproyeksi tidak memakan waktu panjang.

Justru karena itu, ekspektasi pasar terhadapnya tinggi. Pasar menuntut pemulihan persepsi arah fiskal secara cepat, bukan sekadar kepastian figur.

Yang Ditunggu Pasar dari Menkeu Baru

Peta jalan konkret soal strategi pembiayaan defisit anggaran dan koordinasi fiskal-moneter menjadi PR pertama. Kejelasan komunikasi otoritas fiskal dinilai krusial agar apresiasi pasar saham tidak berujung pada penguatan semu.

"Ujian pertama Suahasil adalah mengembalikan kredibilitas dan prediktabilitas kebijakan fiskal, sebab jika komunikasi tidak solid dan kebijakan kembali berubah-ubah, penguatan IHSG bisa cepat berubah menjadi false rebound," kata Hendra.

Tekanan Eksternal Masih Pekat

Pergantian menteri disebut Hendra sebatas katalis awal, bukan pengubah peta permainan otomatis di bursa. Sejumlah tekanan makroekonomi eksternal masih membayangi:

  • Harga minyak mentah Brent bertahan di atas USD107 per barel, memicu risiko inflasi global
  • Nilai tukar rupiah melemah di kisaran Rp17.669 per USD
  • Ketidakpastian arah suku bunga acuan global
  • Koreksi saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) di bursa regional Asia

Kombinasi faktor eksternal dan domestik itu membuat pasar belum mau memberi valuasi lebih tinggi ke IHSG hanya karena pergantian pejabat fiskal. Bagi investor, sinyal net sell asing dan indeks yang masih merah menjadi pengingat bahwa reli berbasis sentimen figur biasanya berumur pendek.

Yang perlu dicermati dalam beberapa pekan ke depan: apakah Suahasil mampu merilis komunikasi kebijakan fiskal yang konsisten dan prediktabel. Tanpa itu, ruang rebound IHSG tetap terbatas. Investasi mengandung risiko.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks