KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Como melangkah ke Liga Champions hanya di musim kedua setelah promosi ke Serie A. Pencapaian itu menempatkan mereka sederet dengan RB Leipzig, yang juga langsung tampil di Liga Champions pada debut kompetisi Eropa mereka di 2017.
Debut Bersejarah Como di Kompetisi Eropa
Laga melawan Leipzig menjadi penampilan perdana Como di kompetisi Eropa sepanjang sejarah klub. Tak ada babak kualifikasi yang dilalui, mereka langsung masuk fase liga.
Como menjadi klub Italia ke-12 yang berpartisipasi di Liga Champions. Tiga klub debutan lain musim ini adalah LASK, Sabah, dan Viking.
Rekor Leipzig Melawan Klub Italia
RB Leipzig punya catatan dua kemenangan dari enam pertemuan melawan klub Italia. Empat laga sisanya berakhir satu imbang dan tiga kekalahan.
Sejak debut Liga Champions pada 2017, Leipzig sudah delapan kali tampil di kompetisi ini. Penampilan terakhir mereka musim 2024/2025 berakhir mengecewakan karena finis di posisi 32.
Statistik Pertahanan Como Jadi Modal
Como datang dengan status tim dengan pertahanan terbaik di Liga Italia musim ini. Mereka hanya kebobolan 29 gol dalam 38 pertandingan Serie A.
Dari 78 laga Leipzig di Eropa, hanya satu yang berakhir imbang 0-0. Catatan itu memberi gambaran duel di Sinigaglia kemungkinan besar menyajikan gol.
Fakta Menarik Jelang Laga
- Como langsung bermain di Liga Champions pada debut kompetisi Eropa mereka, mengikuti jejak RB Leipzig di 2017.
- Como menjadi klub Italia ke-12 di Liga Champions, diraih di musim kedua setelah promosi ke Serie A.
- RB Leipzig mencatat dua kemenangan, satu imbang, dan tiga kekalahan dari enam laga melawan klub Italia.
- Leipzig sudah delapan kali tampil di Liga Champions sejak 2017, dengan finis posisi 32 pada musim 2024/2025.
- Empat klub debutan Liga Champions musim ini: Como, LASK, Sabah, dan Viking.
- Hanya satu dari 78 laga Leipzig di Eropa yang berakhir 0-0.
- Como jadi tim dengan pertahanan terbaik Liga Italia musim ini dengan 29 gol kebobolan dari 38 laga.
Leipzig tidak datang sekadar melengkapi cerita bersejarah Como. Mereka butuh start bagus setelah musim Liga Champions yang buruk, sementara Como ingin memanfaatkan rekor pertahanan mereka di panggung baru.