KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Langkah Takaichi ini mengutamakan kesinambungan kebijakan saat ia memasuki tahun kedua masa jabatan. Keputusan final dijadwalkan setelah ia kembali dari rangkaian agenda diplomatik, dengan pengumuman resmi susunan kabinet baru ditunggu pekan ini.
Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh harian Asahi, Mainichi, dan Nikkei yang menyebut sejumlah menteri kunci kemungkinan besar bertahan. Ketiganya merupakan figur sentral dalam arsitektur ekonomi, pertahanan, dan diplomasi Jepang.
Posisi Strategis yang Kemungkinan Tetap
Menteri Keuangan Satsuki Katayama dinilai berhasil menjaga stabilitas fiskal di tengah tekanan ekonomi global. Sementara itu, Shinjiro Koizumi di posisi pertahanan dan Toshimitsu Motegi di luar negeri dianggap sebagai wajah kebijakan keamanan dan diplomasi yang konsisten.
Pertahankan ketiganya menjadi sinyal bahwa Takaichi tidak ingin mengganggu ritme kerja kabinet yang sudah berjalan, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik kawasan.
Spekulasi Kursi untuk Partai Inovasi Jepang
Perhatian publik kini mengarah pada kemungkinan Takaichi memberikan jatah kursi kabinet kepada Partai Inovasi Jepang (JIP). Partai ini sebelumnya menolak bergabung setelah membantu Takaichi merebut kekuasaan pada Oktober 2025, ketika koalisi LDP dengan Komeito runtuh dan kehilangan suara mayoritas di parlemen.
Hirofumi Yoshimura, salah satu pemimpin JIP, menyatakan partainya akan menerima jika ada permintaan resmi dari perdana menteri. "Jika ada permintaan resmi dari Perdana Menteri Takaichi agar kami bergabung dengan kabinet, kami akan menyetujuinya," ujarnya pada akhir Agustus lalu.
Yoshimura enggan menyebut portofolio yang diincar, dengan alasan pembahasan akan dilakukan langsung bersama Takaichi. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperluas dukungan politik menjelang pemilihan ketua LDP pada September 2027.
Manuver Politik Menjelang Perebutan Kursi Ketua LDP
Rombakan ini menjadi ajang bagi Takaichi untuk mengelola rival internal. Penempatan calon pesaing di posisi strategis atau sebaliknya, menyingkirkan mereka dari pusat kekuasaan, akan menentukan peta politik dua tahun ke depan.
Kesinambungan di posisi kunci memberi ruang bagi Takaichi untuk memfokuskan energi pada konsolidasi politik. Keputusan akhir mengenai susunan kabinet baru akan menjadi indikator arah kepemimpinannya untuk sisa masa jabatan.