Pencarian

Ekonomi Belitung Tumbuh 4,06 Persen Sepanjang 2025, Tertinggi Ketiga Se-Babel, Ini Sektor Penopangnya

Kamis, 13 Agustus 2026 • 08:38:31 WIB
Ekonomi Belitung Tumbuh 4,06 Persen Sepanjang 2025, Tertinggi Ketiga Se-Babel, Ini Sektor Penopangnya
Aktivitas bongkar muat komoditas pertanian dan perikanan di pelabuhan Tanjungpandan, Belitung, yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 4,06 persen pada 2025.

BELITUNG — Setelah sempat melambat tajam pada 2024, ekonomi Negeri Laskar Pelangi kembali bergairah. Data Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Belitung per 31 Desember 2025 mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) melonjak dari Rp14,12 triliun pada 2024 menjadi Rp15,24 triliun pada 2025.

Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) ikut naik dari Rp7,64 triliun menjadi Rp7,95 triliun. Angka pertumbuhan 4,06 persen ini berbanding terbalik dengan kondisi 2024, di mana ekonomi Belitung hanya tumbuh 1,85 persen, merosot tajam dibandingkan 2023 yang mencapai 5,74 persen.

Pertanian dan Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama

Struktur ekonomi Belitung masih bertumpu pada sektor berbasis sumber daya alam. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 27,10 persen terhadap perekonomian daerah. Posisi berikutnya ditempati Industri Pengolahan yang menyumbang 12,67 persen.

Besarnya kontribusi dua sektor tersebut menunjukkan denyut ekonomi Belitung sangat ditentukan oleh aktivitas produksi dan pengolahan komoditas. Dengan luas wilayah sekitar 2.269,36 kilometer persegi dan bentang kepulauan yang terdiri atas puluhan pulau besar dan kecil, kabupaten ini memiliki garis pantai serta potensi laut yang besar untuk pengembangan perikanan dan pariwisata.

Inflasi Umum Terkendali, tapi Harga Makanan Masih Menekan

Tekanan inflasi di Tanjungpandan relatif terkendali. Inflasi tahunan pada 2025 tercatat 1,44 persen, turun dibandingkan 2024 yang mencapai 1,68 persen dan jauh lebih rendah dari inflasi 2023 yang sebesar 3,80 persen.

Namun, ada catatan penting. Kelompok makanan, minuman dan tembakau justru mengalami inflasi 4,68 persen pada 2025. Artinya, kebutuhan pokok yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari warga masih mengalami tekanan harga cukup besar. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan langsung melalui daya beli masyarakat.

Modal Besar Belitung dan Tantangan Hilirisasi

Dengan potensi pertanian, perikanan, dan industri pengolahan, Belitung sebenarnya memiliki modal ekonomi yang besar. Tantangan utama saat ini adalah ketergantungan pada sektor primer. Jika hasil pertanian dan perikanan hanya dijual sebagai bahan mentah, nilai ekonomi terbesar berpotensi dinikmati di luar daerah.

Pemerintah daerah dituntut untuk memperbesar nilai tambah melalui industri pengolahan dan hilirisasi. Jika produksi lokal mampu diolah menjadi produk jadi atau setengah jadi, rantai ekonomi akan lebih panjang dan membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat Belitung.

Angka pertumbuhan 4,06 persen seharusnya tidak berhenti sebagai kabar baik di atas kertas. Pertumbuhan tersebut harus menjadi momentum untuk memastikan ekonomi Belitung semakin kuat, lapangan kerja bertambah, dan kesejahteraan masyarakat benar-benar ikut naik. Belitung boleh tumbuh, tetapi tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan itu terasa sampai ke meja makan masyarakat. (wah)

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarabangka.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks