Pencarian

Erdogan Sebut Sejumlah Negara Diam-Diam Tolak Pakta Pertahanan Makkah

Sabtu, 05 September 2026 • 08:37:31 WIB
Erdogan Sebut Sejumlah Negara Diam-Diam Tolak Pakta Pertahanan Makkah
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pernyataan mengenai adanya negara yang menolak secara diam-diam Pakta Pertahanan Makkah.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan sejumlah negara menyampaikan ketidakpuasan secara terselubung terhadap pembentukan Pakta Pertahanan Makkah. Aliansi yang ditandatangani di Kota Makkah, Arab Saudi, pada bulan lalu itu dinilai mengubah peta keseimbangan kekuatan di kawasan.

"Hanya sedikit negara yang secara terbuka menentang aliansi ini, tapi ada juga negara yang bereaksi secara diam-diam," ujar Erdogan, Sabtu (5/9/2026).

Keseimbangan Tiga Negara Dinilai Sulit Dikritik Terbuka

Erdogan menilai posisi Pakta Pertahanan Makkah yang beranggotakan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan membuat pihak-pihak yang tidak sepakat enggan bersuara vokal. Kombinasi kekuatan militer, pengaruh politik, dan posisi geografis ketiga negara menjadi faktor utama yang menyulitkan kritik terbuka.

"Secara khusus, keseimbangan antara Arab Saudi, Pakistan, dan Turki membuat banyak pihak sulit untuk secara terbuka mengkritik aliansi ini," katanya.

Pernyataan Erdogan ini muncul hanya berselang beberapa hari setelah pertemuan komite politik dan militer strategis yang digelar di Istanbul, Senin (31/8/2026). Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai langkah konkret pertama dari perjanjian keamanan yang telah disepakati.

Langkah Awal Menuju Implementasi Perjanjian Keamanan

Pertemuan di Istanbul dihadiri oleh menteri luar negeri, menteri pertahanan, serta kepala staf umum dari ketiga negara. Agenda utama pembahasan mencakup sinkronisasi kebijakan pertahanan dan koordinasi politik di tingkat kawasan.

Pembentukan komite ini menjadi penanda bahwa Pakta Pertahanan Makkah tidak berhenti pada seremoni penandatanganan. Turki, Arab Saudi, dan Pakistan mulai menerjemahkan kesepakatan politik ke dalam struktur kerja militer yang lebih operasional.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari negara-negara kawasan yang merasa keberatan dengan aliansi tersebut. Namun, spekulasi mengarah pada negara-negara yang selama ini memiliki rivalitas politik dengan salah satu anggota pakta.

Di sisi lain, Bangladesh dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk bergabung dengan aliansi ini. Sementara itu, Iran secara tegas telah menolak ajakan untuk menjadi bagian dari Pakta Pertahanan Makkah.

Pembentukan aliansi ini terjadi di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah dan Asia Selatan yang semakin kompleks. Turki, Arab Saudi, dan Pakistan selama ini memiliki hubungan bilateral yang kuat, namun keterikatan mereka dalam satu pakta pertahanan formal merupakan perkembangan baru yang akan dipantau ketat oleh aktor-aktor regional lainnya.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks