BANGKA BARAT — Rapat koordinasi yang digelar di lingkungan Pemkab Bangka Barat tersebut melibatkan seluruh pemangku kepentingan distribusi BBM. Bupati Markus mengatakan, pihaknya tidak bisa tinggal diam setelah menerima banyak laporan dari masyarakat, baik yang disampaikan langsung maupun melalui anggota DPRD.
Kuota Normal, Antrean karena Waktu Pengisian Bersamaan
Dalam rapat tersebut, para pengelola SPBU menjelaskan bahwa kuota BBM subsidi dari Pertamina untuk Bangka Barat hingga saat ini masih normal dan tidak mengalami pengurangan. Bupati Markus menjelaskan, antrean panjang yang terjadi lebih disebabkan oleh banyaknya kendaraan yang melakukan pengisian pada waktu yang bersamaan.
“Kalau dari penjelasan SPBU, kuota dari Pertamina tidak berkurang. Selama ini yang menjadi persoalan adalah antrean yang panjang sehingga menimbulkan kepanikan di masyarakat. Padahal stok masih tersedia, hanya saja kondisi di masing-masing SPBU berbeda-beda,” ujar Markus dalam keterangan resmi yang diterima, Senin.
Langkah Pemkab: Imbauan dan Koordinasi Distribusi
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan. Bupati juga meminta pengelola SPBU untuk mengatur jadwal pengiriman dan distribusi agar stok di setiap titik lebih merata.
“Kami banyak menerima keluhan dari masyarakat, baik yang disampaikan langsung kepada saya maupun melalui anggota DPRD. Karena kondisi ini sudah berlangsung cukup lama, pemerintah daerah tidak mungkin tinggal diam. Oleh karena itu kami mengundang seluruh pengelola SPBU bersama Forkopimda untuk mencari solusi terbaik,” kata Markus.
Respons Cegah Kekhawatiran Berlarut
Rapat koordinasi ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah setelah menerima banyak laporan tentang antrean kendaraan di SPBU. Pemerintah Kabupaten Bangka Barat memastikan akan terus memantau situasi di lapangan dan meminta warga melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan distribusi BBM bersubsidi.
Dengan tidak adanya perubahan kuota dari Pertamina, Pemkab Bangka Barat optimistis kondisi akan segera normal kembali seiring dengan berkurangnya kepanikan masyarakat. Warga diminta untuk tidak melakukan pembelian dalam jumlah besar yang justru dapat memperpanjang antrean.