Pencarian

Malaysia Setujui Ekspor Perdana Logam Tanah Jarang Mentah untuk Litbang

Kamis, 22 Oktober 2026 • 13:21:32 WIB
Malaysia Setujui Ekspor Perdana Logam Tanah Jarang Mentah untuk Litbang
Kementerian Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia menyetujui satu permohonan ekspor logam tanah jarang mentah untuk keperluan litbang.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Malaysia menyetujui satu permohonan ekspor logam tanah jarang (LTJ) yang belum diolah, menjadi izin pertama sejak aturan baru berlaku. Persetujuan diberikan untuk keperluan penelitian dan pengembangan, dengan identitas pemohon tidak diungkap.

Kementerian Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia menyatakan Departemen Mineral dan Geosains telah menyetujui satu permohonan ekspor LTJ mentah. Persetujuan itu diberikan dengan syarat material tersebut digunakan untuk kegiatan litbang, bukan komersial. Kementerian tidak merinci nama perusahaan maupun volume yang disetujui.

Menurut kementerian, pedoman ekspor terbuka bagi pelamar yang memenuhi syarat, termasuk perusahaan asing. Syarat utamanya kepatuhan terhadap persyaratan regulasi yang berlaku di Malaysia.

"Prioritasnya bukanlah jumlah permohonan yang disetujui, tetapi kualitas investasi, transfer teknologi, dan penciptaan nilai jangka panjang," kata kementerian, dikutip dari The Star.

Aturan Baru Didesain Tarik Investasi Hilirisasi

Kebijakan ekspor LTJ mentah ini merupakan bagian dari aturan baru yang dirancang pemerintah Malaysia untuk menguji kelayakan pengolahan dalam negeri. Pemerintah ingin memastikan ekspor tidak sekadar mengalirkan bahan mentah keluar, tetapi menjadi pintu masuk investasi fasilitas pemisahan dan pengolahan.

Malaysia memang tengah membangun kapasitas industri LTJ nasional. Negara itu saat ini menjadi lokasi operasi Lynas Rare Earths Ltd asal Australia, salah satu dari dua produsen utama LTJ di luar China. Kehadiran Lynas menjadi fondasi rantai pasok yang coba diperluas pemerintah.

Pemain Baru Mulai Masuk ke Sektor LTJ Malaysia

Sejumlah korporasi telah menyatakan minat menggarap proyek LTJ di Malaysia. Konglomerat lokal pemilik Berjaya Corp Bhd mulai menjajaki proyek-proyek tersebut. Perusahaan Prancis Carester SAS berencana membangun pabrik pemisahan LTJ di negara bagian Perak bagian utara bersama Malaco Mining Group asal Malaysia.

Selain itu, lebih dari selusin perusahaan Amerika Serikat disebut sedang mengeksplorasi peluang lokal. Minat investor asing itu muncul di tengah upaya negara-negara produsen mengurangi ketergantungan pada China.

China Masih Kuasai Rantai Pasok Global

China mendominasi industri penambangan dan pengolahan LTJ dunia. Logam ini menjadi bahan baku penting untuk teknologi modern, termasuk sejumlah aplikasi pertahanan. Dominasi China inilah yang mendorong Malaysia dan sejumlah negara lain mengembangkan kapasitas industri dalam negeri.

Bagi pelaku industri, sinyal yang perlu dicermati adalah arah kebijakan Malaysia: membuka ekspor mentah secara terbatas untuk litbang, tetapi tetap menuntut nilai tambah di dalam negeri. Pola ini mirip dengan strategi hilirisasi yang diterapkan Indonesia di sektor mineral, meski dengan pendekatan bertahap.

Apa Artinya bagi Investor dan Mitra Global

Persetujuan ekspor perdana ini belum mengubah peta pasokan global secara signifikan. Volume litbang biasanya kecil dan tidak langsung masuk pasar komersial. Namun izin tersebut menjadi sinyal bahwa Malaysia membuka jalur legal bagi perusahaan asing untuk mengakses material LTJ lokal.

Bagi investor yang memantau sektor ini, perhatian utama tertuju pada kepastian regulasi dan kecepatan perizinan. Kualitas investasi, transfer teknologi, dan penciptaan nilai jangka panjang menjadi tolok ukur yang ditekankan kementerian. Jika alur perizinan lancar, Malaysia berpeluang memperkuat posisinya sebagai simpul rantai pasok LTJ di luar China.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks