PANGKALPINANG — Dukungan tersebut diungkapkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, Agustu Efendi, saat mewakili Wali Kota dalam Seminar Nasional bertema "Logam Tanah Jarang dan Mineral Strategis Lainnya: Potensi, Regulasi, Ekstraksi, dan Teknologi Hilirisasi Menuju Industri Mineral Bernilai Tambah dan Berkelanjutan".
Acara berlangsung di Balai Utama De Universitaria, kampus UBB. Agustu menegaskan bahwa pihaknya melihat LTJ bukan sekadar komoditas tambang biasa.
"Ini adalah mineral kritis yang dibutuhkan untuk industri teknologi tinggi, pertahanan, hingga energi hijau. Kami di Pangkalpinang siap menjadi bagian dari rantai hilirisasi nasional," ujarnya dalam sambutan yang dikutip dari rilis resmi, Kamis.
Apa Itu Logam Tanah Jarang dan Mengapa Strategis?
Logam tanah jarang merupakan sekelompok 17 elemen kimia yang esensial dalam pembuatan baterai kendaraan listrik, magnet permanen, panel surya, hingga komponen radar. Selama ini, Indonesia masih mengekspor bahan mentahnya tanpa pengolahan di dalam negeri.
Pemerintah pusat melalui kebijakan hilirisasi mendorong pengolahan di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati daerah. Pangkalpinang, sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang kaya akan mineral, dinilai memiliki posisi strategis.
Dampak Langsung bagi Warga dan UMKM Lokal
Agustu menambahkan, hilirisasi LTJ tidak hanya soal industri besar. Ia menyebut efek domino akan dirasakan sektor UMKM, jasa logistik, hingga tenaga kerja lokal.
"Kalau pabrik pengolahan berdiri di sini, otomatis kebutuhan tenaga kerja, katering, transportasi, dan perawatan alat akan melibatkan warga sekitar. Ini yang kami kejar," jelasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pengembangan harus tetap mengacu pada regulasi lingkungan dan tata ruang daerah. Pemkot berjanji akan mengawal proses perizinan agar tidak merusak ekosistem.
Regulasi dan Teknologi Ekstraksi Jadi Bahasan Utama
Seminar yang digelar UBB ini menghadirkan akademisi, peneliti, dan perwakilan kementerian. Beberapa topik yang dibahas meliputi regulasi pertambangan mineral strategis, teknologi ekstraksi ramah lingkungan, serta peluang investasi hilirisasi di Babel.
Menurut pantauan, antusiasme peserta cukup tinggi. Diskusi berlangsung interaktif, terutama soal skema bagi hasil antara pusat dan daerah jika industri LTJ benar-benar terealisasi.
Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Pangkalpinang masih menunggu kajian teknis lebih lanjut dari tim terpadu yang melibatkan akademisi UBB dan Dinas ESDM Provinsi. Rencana tindak lanjut akan difokuskan pada pemetaan potensi lahan dan penyusunan regulasi daerah pendukung investasi.