PANGKALPINANG — PT TIMAH menegaskan komitmennya mendampingi koperasi desa agar tidak sekadar berdiri secara kelembagaan, tetapi juga siap menjadi entitas usaha yang produktif. Lewat sosialisasi yang digelar Kamis (3/9), perusahaan pelat merah itu memaparkan alur kemitraan, dokumen yang wajib disiapkan, hingga skema kerja sama yang bisa diakses pengurus KDKMP di Pangkalpinang dan Bangka Tengah.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari agenda serupa yang sebelumnya sudah berjalan di Kabupaten Bangka Barat. PT TIMAH menilai sinergi dengan koperasi menjadi salah satu cara memperkuat perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Apa Saja yang Disiapkan Koperasi Sebelum Bermitra?
Dalam sosialisasi tersebut, para pengurus koperasi mendapat penjelasan soal mekanisme kemitraan dan berbagai kelengkapan administrasi yang mesti dipenuhi. Salah satu poin yang ditekankan adalah pengurusan KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang disebutkan digratiskan oleh PT TIMAH bagi koperasi binaan.
"Terima kasih PT TIMAH yang selalu mendukung koperasi kami. Dari paparan tadi kami juga mendengar kalau KBLI digratiskan oleh PT TIMAH. Sebab KBLI ini yang akan dilakukan di awal, setelah itu urusan lainnya mengalir mengikuti alur yang ditetapkan," ujar Ketua Koperasi Desa Puput, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, Willy Ertiana Dewi.
Kesiapan SDM Jadi Kunci Keberlanjutan Koperasi
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arie Primajaya, menilai kolaborasi antara pemerintah, koperasi, dan dunia usaha menjadi kunci agar koperasi tidak berhenti pada pembentukan struktur organisasi. Menurutnya, koperasi harus berkembang menjadi unit ekonomi yang mampu bergerak mandiri.
"Koperasi ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat," kata Arie.
Dia juga menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam kepengurusan koperasi. Pengurus tidak hanya dituntut memahami administrasi dan manajemen internal, tetapi juga harus cakap dalam mengembangkan usaha serta memasarkan produk.
"Saya harap sumber daya manusia yang menjadi pengurus KDKMP ini handal, bukan hanya dalam administrasi dan pengelolaan manajemen, tetapi juga dalam hal pemasaran," tegasnya.
Arie memberikan apresiasi terhadap langkah PT TIMAH yang membuka ruang sinergi dengan koperasi. Ia menyebut pendampingan semacam ini penting supaya koperasi yang terbentuk benar-benar siap berkembang dan menjalin kemitraan yang produktif.
Desa Puput: Lahan dan Pengurus Siap, Tinggal Mekanisme
Salah satu peserta, Willy Ertiana Dewi, menyambut positif agenda ini. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan gambaran jelas bagi pengurus koperasi desa mengenai peluang dan hal-hal teknis yang perlu dipersiapkan sebelum bekerja sama dengan perusahaan.
"Senang diundang di acara sosialisasi hari ini. Kegiatan ini bagus untuk perkembangan koperasi desa kami. Untuk kepengurusan kami sudah siap, lahan juga sudah siap, dan saat ini masih menunggu langkah selanjutnya serta hal-hal yang berkaitan dengan mekanisme kemitraan," ucap Willy.
Desa Puput dikenal sebagai salah satu wilayah di Bangka Tengah yang memiliki potensi timah cukup besar. Willy berharap kemitraan yang terjalin mampu meningkatkan pendapatan koperasi desa dan mendorong perekonomian warga setempat.
"Melalui kemitraan ini kami sangat berterima kasih kepada PT TIMAH. Kerja sama seperti ini bagus untuk meningkatkan penghasilan koperasi, terutama desa. Desa Puput ini kan banyak timahnya. Mudah-mudahan ke depan antara koperasi dan PT TIMAH dapat berjalan dengan baik," ujarnya.
Hadir dalam Sosialisasi
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sofiar, Kepala Dinas yang membidangi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Bangka Tengah Irwandi, Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Diskopdag Kota Pangkalpinang Erni Rindasari, serta Kepala Divisi CSR PT TIMAH Tbk Rahmat Taufik.