BANGKA BARAT — PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah operasionalnya. Kali ini, perusahaan pelat merah tersebut menggandeng Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Barat untuk meningkatkan keterampilan puluhan pelaku UMKM dalam mengolah potensi perikanan lokal.
Kegiatan yang berlangsung di Bangka Barat ini menghadirkan narasumber dari Penyuluh Perikanan Dinas Perikanan setempat serta tim dari PT TIMAH. Para peserta dibekali teknik pengolahan ikan nila dan udang rebon agar memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan dijual dalam bentuk mentah.
Kolaborasi Strategis untuk Kesejahteraan Masyarakat
Pelatihan dibuka langsung oleh Division Processing and Refinery PT TIMAH, Sofian Simangungsong. Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Barat, Dody Sihono, beserta Sekretaris Dinas Perikanan Winda Aidi.
Dody Sihono mengapresiasi langkah PT TIMAH melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dinilainya sejalan dengan upaya pemerintah daerah memajukan sektor kelautan dan perikanan.
“Kami memandang ini sebagai suatu kolaborasi yang sangat baik. Bukan hanya bagaimana ikan diolah menjadi bahan makanan, tetapi bagaimana hasil perikanan ini dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dody.
Dukung Program Gemarikan untuk Cegah Stunting
Pelatihan ini dinilai memiliki keterkaitan erat dengan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang tengah digalakkan Dinas Perikanan Bangka Barat. Program tersebut menyasar anak-anak usia PAUD dan TK serta keluarga berisiko stunting dengan memberikan makanan tambahan berbahan baku ikan.
Dody menyebut, ke depan terbuka peluang kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku UMKM yang telah mengikuti pelatihan. Produk olahan yang dihasilkan para peserta berpotensi digunakan untuk mendukung suplai makanan tambahan dalam program Gemarikan.
“Ke depan harapannya bisa berkolaborasi dengan kami, sehingga ibu-ibu yang mengolah ikan ini dapat menghasilkan produk yang bisa digunakan untuk mendukung kegiatan kami,” katanya.
Inovasi Olahan Kunci Tingkatkan Konsumsi Ikan Anak
Menurut Dody, inovasi pengolahan menjadi kunci agar produk perikanan semakin diminati, terutama oleh anak-anak. Variasi produk yang menarik dinilai mampu mendorong peningkatan konsumsi ikan di kalangan generasi muda.
“Melalui pengolahan ini, dengan inovasi yang lebih up to date, bagaimana kita bisa memperkaya jenis makanan agar lebih menarik untuk anak-anak. Fokus kami saat ini bagaimana konsumsi ikan bisa meningkat, khususnya di kalangan anak-anak,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.