Pencarian

Perpusda Bangka Barat Gandeng Sekolah Hadirkan Literasi Menggembirakan, SDN 23 Mentok Wakili Babel di Program Nasional

Rabu, 16 September 2026 • 21:52:32 WIB
Perpusda Bangka Barat Gandeng Sekolah Hadirkan Literasi Menggembirakan, SDN 23 Mentok Wakili Babel di Program Nasional
Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat Eka Octawianto saat memberikan keterangan di Mentok.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat menggandeng sejumlah sekolah untuk menghadirkan program literasi yang menyenangkan bagi siswa, dengan pendekatan membaca, bermain, dan berdiskusi. Lewat kerja sama ini, SDN 23 Mentok terpilih mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam Program Sahabat Sekolah Nasional sebagai salah satu dari 80 sekolah terbaik se-Indonesia.

MENTOK — Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat Eka Octawianto mengatakan Perpusda membuka ruang kolaborasi dengan sekolah, komunitas, dan berbagai pihak untuk menghadirkan kegiatan literasi yang kreatif dan sesuai karakter generasi muda.

Menurut dia, literasi tidak harus selalu disampaikan dengan cara formal. Anak-anak bisa memperoleh pengetahuan melalui pola membaca, bermain, berdiskusi, bercerita, dan melakukan eksplorasi.

"Selama ini Perpustakaan Daerah membuka ruang kolaborasi dengan sekolah, komunitas dan berbagai pihak untuk menghadirkan kegiatan literasi yang kreatif dan sesuai karakter generasi muda," kata Eka di Mentok, Rabu.

Mengapa Pendekatan Bermain Dipilih untuk Anak Usia Sekolah

Eka menyebut metode pembelajaran literasi yang menyenangkan penting untuk membangun kedekatan anak dengan perpustakaan sejak usia dini. Dengan begitu, anak datang ke perpustakaan bukan karena kewajiban dari sekolah atau guru.

"Di Perpusda Bangka Barat kita berupaya agar anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga mendapatkan pengalaman literasi melalui penyampaian materi dan permainan literasi interaktif," katanya.

Perpusda Bangka Barat juga memperkuat kerja sama dengan sejumlah sekolah melalui pemberian jadwal kunjungan yang pasti. Pola ini diharapkan membuat kunjungan ke perpustakaan menjadi bagian dari rutinitas anak menjalani pembelajaran di luar ruang kelas.

"Saat anak sudah merasa perpustakaan adalah tempat menyenangkan, maka kebiasaan membaca dan belajar akan tumbuh alami," ujar Eka.

SDN 23 Mentok Wakili Babel di Program Sahabat Sekolah Nasional

Perpusda Bangka Barat turut mendukung Program Sahabat Sekolah Dasar. Tahun ini, SDN 23 Mentok mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai salah satu dari 80 sekolah terbaik se-Indonesia pada Program Sahabat Sekolah Nasional.

Eka menilai prestasi itu menunjukkan adanya potensi dan praktik baik yang perlu didukung bersama. Menurutnya, capaian tersebut bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Bangka Barat untuk terus mengembangkan budaya literasi.

Kepala SDN 23 Mentok Ujang Sugara menjelaskan Program Sahabat Sekolah Dasar dirancang agar siswa mampu menjadi sahabat, penggerak, dan agen perubahan di sekolah. Sekolah diarahkan tidak hanya memperkuat kebiasaan positif dalam menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia Hebat dan Rukun Sama Teman, tetapi juga menjadi mitra bagi teman sebaya.

"Kehadiran program Sahabat Sekolah Dasar Bangka Barat diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan ide, kolaborasi dan aksi nyata untuk generasi Indonesia yang lebih baik. Kita berupaya agar setiap langkah kecil di sekolah dapat menjadi inspirasi besar bagi terwujudnya pendidikan dasar yang berkualitas dan berkelanjutan," kata Ujang.

Rangkaian Aksi Nyata Program Sahabat Sekolah Dasar

Program itu menjadi ruang bagi guru, sekolah, peserta didik, orang tua, dan berbagai pihak untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, inklusif, serta berorientasi pada tumbuh kembang dan karakter peserta didik.

Melalui semangat "Bergerak, Berkolaborasi, Menginspirasi", Program Sahabat Sekolah Dasar menghadirkan berbagai aksi nyata yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Cakupannya meliputi:

  • Penguatan literasi dan numerasi
  • Pembiasaan hidup sehat dan kegiatan olahraga bersama
  • Kepedulian terhadap lingkungan
  • Penguatan karakter dan budaya positif
  • Gerakan membangun kerukunan serta kebersamaan antarsesama

Program ini tidak hanya berfokus pada kegiatan, tetapi juga pada dampak dan keberlanjutan. Setiap aksi dirancang untuk menumbuhkan peserta didik yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, percaya diri, peduli, dan mampu hidup berdampingan secara harmonis.

"Pada program ini para guru juga didorong untuk terus belajar, berinovasi, berbagi praktik baik dan menjadi penggerak perubahan di lingkungan pendidikan," kata Ujang.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks