Pencarian

Polres Bangka Barat Perkuat Patroli Karhutla, 25 Kejadian Kebakaran Terjadi Sepanjang Agustus

Jumat, 14 Agustus 2026 • 21:34:02 WIB
Polres Bangka Barat Perkuat Patroli Karhutla, 25 Kejadian Kebakaran Terjadi Sepanjang Agustus
Personel Polres Bangka Barat memadamkan titik api di Desa Pelangas, Kecamatan Simpangteritip, Jumat (tanggal).

MENTOK — Jajaran Polres Bangka Barat, Polda Kepulauan Bangka Belitung, mengerahkan seluruh personel hingga tingkat desa untuk mengawasi lokasi rawan kebakaran hutan dan lahan. Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan, perintah peningkatan patroli telah disampaikan Kapolres kepada seluruh Polsek jajaran dan para Bhabinkamtibmas.

"Kapolres sudah memerintah kepada seluruh personel Polres, Polsek jajaran, dan para Bhabinkamtibmas untuk meningkatkan patroli dan melakukan pengawasan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, terutama di lokasi-lokasi rawan," kata Yos di Mentok, Jumat.

Respons Cepat Padamkan Titik Api di Simpangteritip

Edukasi kepada masyarakat menjadi kunci utama pencegahan. Para Bhabinkamtibmas rutin melakukan sambang warga untuk menyampaikan bahaya karhutla serta mengajak warga berperan aktif melapor jika menemukan indikasi kebakaran.

Upaya ini telah menunjukkan hasil. Berdasarkan informasi warga, personel piket Polsek Simpangteritip bersama Bhabinkamtibmas bergerak cepat menuju dua lokasi titik api di Desa Pelangas dan Airmenduyung, Kecamatan Simpangteritip. Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan penelusuran dan memadamkan api yang masih ditemukan agar tidak meluas.

"Respons cepat personel dilakukan sebagai langkah antisipasi agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran lahan yang lebih luas. Setiap adanya informasi terkait titik api harus segera ditindaklanjuti dengan pemadaman sebagai langkah awal," ujarnya.

Warga Diminta Segera Lapor Sebelum Api Membesar

Polres Bangka Barat mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pelaporan dini dinilai krusial untuk menekan risiko kebakaran yang lebih besar.

"Kami ingatkan masyarakat agar tidak menunggu api membesar untuk melapor, informasi lebih awal penting agar penanganan dapat segera dilakukan dan risiko kebakaran meluas dapat ditekan," kata Yos.

Ia menegaskan, tindakan tegas akan diberikan kepada setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan. "Jangan biarkan api kecil menjadi bencana besar. Jika sudah dilakukan pencegahan dan masih ada yang melanggar maka akan dilakukan tindakan tegas," tegasnya.

Data BPBD Kabupaten Bangka Barat mencatat, dari 25 kejadian karhutla selama Agustus 2026, lahan yang terbakar meliputi kawasan hutan, semak belukar, dan sejumlah lahan perkebunan. Keterlibatan masyarakat dalam mempercepat pelaporan menjadi faktor penting untuk mencegah meluasnya kebakaran.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks