KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Manager Kebun Baru Dian Amanu Afsar didampingi APK Syahrial menuturkan, pemasangan talut bersifat emergensi untuk menstabilkan tanah dan mencegah longsor susulan akibat kondisi tanah yang masih mudah tergerus aliran air pascabanjir. "Fungsi utama talut adalah menahan tekanan tanah dan air, serta mencegah tanah di sekitar bangunan rumah warga atau tebing sungai longsor karena berat jenis tanah yang meningkat dan tekanan hidrostatik pascabanjir," ujarnya, Rabu (15-7-2026).
Anggaran TJSL 2026 untuk Infrastruktur Darurat
Dian menjelaskan, kegiatan ini menggunakan anggaran tahun 2026 melalui bantuan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PTPN IV Regional VI. Talut juga berfungsi mengurangi erosi atau pengikisan tebing dan infrastruktur di sekitarnya dari gerusan aliran air deras yang dikhawatirkan masih mungkin terjadi. "Pemasangan talut membantu mengarahkan aliran air agar tetap di jalurnya, seperti alur sungai atau saluran irigasi, sehingga tidak meluas ke permukiman warga," tambahnya.
Perlindungan fondasi jalan dan rumah warga yang berada di bibir pinggiran sungai menjadi prioritas utama. Tanpa talut, tanah penopang dikhawatirkan hilang terkikis air dan membuat bangunan menggantung.
Apresiasi Warga: Akses Jalan Kini Mulus
Khechik Alue Gamdeng Syamsuar mengucapkan terima kasih kepada PTPN IV Regional VI Kebun Baru atas perhatian membantu warganya. "Atas segala bantuan yang disalurkan ini, semoga masyarakat saya tidak merasa khawatir terjadi longsor lagi ketika air deras mengalir di pemukiman warga," kata Syamsuar. Ia berkomitmen mendukung kerja sama yang baik untuk kemajuan perusahaan.
Sementara itu, Kepala Dusun Alue Meku Heri memberikan apresiasi atas perataan akses jalan di lorong Alue Meku. "Sekarang warga kami sudah mudah melaluinya. Yang dulu akses jalan banyak berlubang, harapan masyarakat Alue Gadeng semoga perusahaan PTPN semakin berkembang," ujar Heri.