KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Laga semifinal berjalan sengit sejak menit awal. Akademi Persib langsung mengambil inisiatif serangan dengan penguasaan bola dan kombinasi umpan pendek yang merepotkan pertahanan lawan. Dominasi itu akhirnya membuahkan hasil pada masa injury time babak pertama lewat gol Aulia Arifah yang memanfaatkan peluang di depan gawang dengan tenang.
Putri JP Jakarta Balas, Aulia Arifah Tentukan Kemenangan
Memasuki babak kedua, Putri JP Jakarta meningkatkan agresivitas. Mereka berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-47 melalui eksekusi tendangan bebas yang gagal diantisipasi lini belakang Persib. Gol itu membuat pertandingan kian terbuka dengan kedua tim saling melancarkan serangan.
Saat laga tampak akan berakhir imbang dan berlanjut ke adu penalti, Aulia Arifah kembali tampil sebagai pembeda. Menjelang peluit panjang berbunyi, ia mencetak gol keduanya yang memastikan kemenangan 2-1 sekaligus tiket ke final.
Pelatih Persib: Pemain Disiplin Jalankan Strategi
Pelatih Kepala Akademi Persib, Dian Nadia Mutiara, mengapresiasi kedisiplinan anak asuhnya dalam menjalankan instruksi. Ia menekankan pentingnya kesabaran dan pengaturan tenaga di tengah cuaca panas yang menyengat.
“Anak-anak menjalankan instruksi dengan sangat baik. Mereka bermain sabar dan tidak mengikuti ritme lawan yang cenderung terburu-buru. Dalam cuaca panas seperti ini kami harus mengatur tenaga agar tetap efektif ketika peluang datang,” ujar Dian usai pertandingan.
Menurut Dian, tim pelatih telah menyiapkan skema transisi cepat dan umpan pendek di lini tengah. Pengalaman bertanding di fase grup yang sebagian besar dimainkan siang hari juga membantu adaptasi pemain dengan kondisi lapangan.
Kapten Persib Fokus Recovery, Lawan Siap Dihadapi
Kapten tim, Nasywa Salsabila Fatah, menyebut pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi. Namun, ia menegaskan timnya mampu mengontrol jalannya laga dan memanfaatkan peluang secara maksimal.
“Alhamdulillah kami bisa mengontrol tempo permainan. Sekarang fokus kami adalah recovery karena target utama tentu menjadi juara,” kata Nasywa. Ia menambahkan tim siap menghadapi siapa pun lawan di partai puncak.
Putri JP Jakarta Akui Keunggulan Mental Persib
Di sisi lain, Pelatih Kepala Putri JP Jakarta, Herry Susilo, tetap mengapresiasi perjuangan timnya meski gagal melaju ke final. Ia menilai semangat juang anak asuhnya tinggi, terutama setelah berhasil menyamakan kedudukan.
“Anak-anak sudah berjuang luar biasa dan tidak pernah menyerah. Persib tampil lebih siap secara mental. Hasil ini menjadi tanggung jawab saya sebagai pelatih,” ujar Herry. Striker Kikka Putri Ramadhani mengaku kecewa, tetapi menjadikan kekalahan ini sebagai pelajaran berharga untuk berkembang di kompetisi mendatang.