KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Yamaha akhirnya memperkenalkan Aerox-E secara resmi, skutik listrik yang mengadopsi DNA desain Aerox versi konvensional namun dengan jantung pacar elektrik. Motor ini mengusung motor listrik yang dipasang di bagian tengah rangka, menghasilkan tenaga puncak 9,4 kW atau setara 12,6 dk dengan torsi maksimum 48 Nm.
Boost Mode 10 Detik untuk Akselerasi Tambahan
Salah satu fitur yang menjadi andalan Aerox-E adalah Boost Mode. Fitur ini memberikan tambahan tenaga selama 10 detik dan diaktifkan melalui tombol khusus di setang kiri. Berguna saat pengendara membutuhkan akselerasi cepat, misalnya ketika menyalip kendaraan lain di jalan raya.
Untuk mencapai performa puncak, pengendara harus memadukan mode Power dengan fitur Boost. Kombinasi ini memungkinkan motor melesat hingga kecepatan maksimum 95,5 km per jam. Tanpa fitur tersebut, kecepatan tertinggi tentu lebih rendah, meski Yamaha belum merinci angkanya.
Tiga Mode Berkendara dan Waktu Pengisian Baterai
Yamaha menyematkan tiga pilihan mode berkendara: Economy, Standard, dan Power. Masing-masing mode dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan, mulai dari efisiensi energi hingga performa maksimal. Mode Economy cocok untuk harian di perkotaan, sementara Power dan Boost untuk situasi yang membutuhkan tenaga ekstra.
Soal pengisian daya, Aerox-E menggunakan dua baterai yang bisa diisi secara terpisah atau bersamaan. Untuk mengisi satu baterai dari kondisi kosong hingga penuh dibutuhkan waktu sekitar 3 jam 10 menit. Jika mengisi dua baterai sekaligus, prosesnya memakan waktu sekitar 6 jam 20 menit.
Peluang di Pasar Motor Listrik Indonesia
Pertanyaan besarnya, apakah Aerox-E bakal meraup perhatian konsumen jika resmi dijual di Indonesia? Motor ini hadir di tengah pasar yang mulai ramai dengan skutik listrik dari berbagai merek, termasuk dari pabrikan China dan pemain lokal. Harga menjadi faktor kunci yang belum diumumkan Yamaha.
Dengan spesifikasi yang diusung, Aerox-E menawarkan jarak tempuh 117 km yang cukup untuk mobilitas harian di perkotaan. Fitur Boost Mode dan tiga mode berkendara juga menjadi nilai tambah yang membedakannya dari kompetitor. Namun, kesuksesan di pasar tetap tergantung pada harga jual dan infrastruktur pengisian daya yang tersedia.