PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, resmi menggencarkan promosi durian cumasi sebagai komoditas unggulan daerah yang siap menembus pasar ekspor. Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menyebut potensi produksi buah lokal ini mencapai ratusan ribu butir per tahun dan telah mulai dipasarkan ke sejumlah kota besar di Pulau Jawa dan Sumatera.
Bazar Durian Cumasi Jadi Panggung Promosi
Untuk memperkenalkan durian cumasi secara lebih luas, Pemkot Pangkalpinang menggelar Bazar Durian Cumasi yang berlangsung mulai Minggu (5/7) hingga Minggu (12/7). Acara ini tidak hanya menjadi ajang jual-beli, tetapi juga strategi pemasaran untuk menarik minat konsumen dari luar daerah.
"Melalui bazar ini, kita ingin durian cumasi semakin bergema dan dikenal masyarakat global," kata Wali Kota Saparudin saat membuka acara tersebut di Pangkalpinang, Minggu malam.
Cita Rasa dan Keunggulan Durian Lokal Babel
Durian cumasi dinilai memiliki keunggulan dibandingkan jenis durian lokal lainnya. Wali Kota Saparudin mendeskripsikan buah ini memiliki daging tebal, berwarna kuning, serta aroma yang unik dengan cita rasa yang luar biasa enak.
Varietas lokal ini dulunya hanya tumbuh liar di kebun-kebun masyarakat di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, dan Belitung Timur. Kini, Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah melakukan pembibitan massal untuk mengembangkan durian khas daerah ini.
Produksi Melimpah, Pasar Mulai Meluas
Budidaya durian cumasi disebut berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Petani lokal sudah menikmati panen ribuan butir durian dan mulai memasok kebutuhan ke luar provinsi.
"Alhamdulillah, budidaya durian cumasi ini berkembang pesat dan beberapa tahun terakhir petani sudah panen ribuan durian lokal ini dan telah dipasarkan ke berbagai provinsi seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Sumatera dan daerah lainnya," ujar Saparudin.
Puncak promosi terjadi saat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, membawa sebanyak 15.000 butir durian cumasi dalam acara silaturahmi dengan perantau asal Babel di Yogyakarta. Langkah ini diharapkan memperkuat jaringan pemasaran dan membuka peluang ekspor ke mancanegara.
Harapan ke Depan: Dari Lokal ke Pasar Global
Pemerintah daerah menargetkan durian cumasi tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga internasional. Dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan durian lokal lain, komoditas ini diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung.
"Kita ingin durian cumasi ini tidak hanya dikenal oleh masyarakat di Kepulauan Babel saja, tetapi juga nasional dan internasional," tegas Wali Kota Saparudin.