KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — GridOto.com - Jarak tempuh menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar dalam pengembangan mobil listrik perdana Suzuki, e Vitara. Alih-alih mengejar tenaga besar, pabrikan asal Jepang ini memilih pendekatan berbeda: menyederhanakan resep performa.
Satu Motor Listrik, Baterai LFP 61 kWh
Filosofi "Sho-Sho-Kei-Tan-Bi" (Smaller, Fewer, Lighter, Shorter, Beauty) diterapkan penuh di e Vitara. Hasilnya, mobil ini hanya dibekali satu motor listrik dengan output 128 kW atau setara 171 dk dan torsi puncak 193 Nm.
Dari sisi baterai, Suzuki menggunakan paket Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 61 kWh. Kombinasi ini menghasilkan klaim jarak tempuh 426 kilometer berdasarkan siklus Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure (WLTP), salah satu standar pengujian paling ketat di industri.
Klaim Lebih Irit dari Indikasi di Dashboard
Yang menarik, GridOto.com beberapa kali menemukan bahwa kalkulasi jarak tempuh estimasi pada kluster instrumen Suzuki e Vitara justru lebih jauh dari angka klaim resmi. Artinya, dalam kondisi berkendara tertentu, efisiensi energi mobil ini bisa melampaui ekspektasi pabrikan.
Dengan kapasitas baterai 61 kWh dan jarak tempuh 426 km, konsumsi listrik Suzuki e Vitara setara dengan sekitar 7 kilometer per kWh. Angka ini tergolong impresif untuk sebuah SUV listrik berukuran kompak.
Strategi Suzuki: Efisiensi, Bukan Tenaga Besar
Keputusan Suzuki tidak memasang motor listrik bertenaga besar atau baterai berkapasitas raksasa adalah langkah yang terukur. Ukuran mobil yang tidak terlalu besar turut mengurangi hambatan angin dan bobot total, dua faktor krusial dalam efisiensi kendaraan listrik.
Teknologi baterai LFP yang digunakan juga sudah teruji di industri. Selain lebih aman secara termal, baterai jenis ini memiliki siklus hidup yang lebih panjang, cocok untuk konsumen yang mengutamakan biaya kepemilikan jangka panjang.
Dengan pendekatan ini, Suzuki e Vitara membuktikan bahwa mobil listrik tidak harus mahal dan besar untuk bisa irit. Bagi konsumen Indonesia yang mulai melirik kendaraan listrik, efisiensi seperti ini bisa menjadi nilai jual utama.