KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kanit Gakkum Satlantas Polres Asahan, Ipda Julfren Situmorang, menyatakan kecelakaan bermula saat sopir bus kehilangan kendali di tengah jalan yang licin akibat hujan. “Sopir diduga kurang berkonsentrasi saat melintas, kemudian bus menabrak tempat cuci motor dan terguling,” ujar Ipda Julfren.
Proses Evakuasi Berlangsung Dramatis
Warga sekitar langsung turun tangan menolong delapan penumpang yang terjepit dan terjebak di dalam badan bus. Sementara itu, sopir ditemukan terlempar ke luar kendaraan. Seluruh korban dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden ini. Petugas dari Satlantas Polres Asahan masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Kondisi Jalan dan Faktor Cuaca
Jalan Lintas Sumatra di lokasi kejadian dikenal sebagai ruas padat kendaraan berat. Hujan yang turun sejak siang membuat aspal menjadi licin, meningkatkan risiko kecelakaan bagi kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi. Polisi mengimbau pengemudi untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalan basah, terutama di tikungan dan kawasan pemukiman.
Data sementara menyebutkan bus mengangkut 25 penumpang. Dari jumlah itu, sembilan orang mengalami luka ringan hingga sedang. Proses identifikasi korban masih berlangsung di rumah sakit rujukan.
Imbauan Keselamatan bagi Pengemudi Bus
Kecelakaan ini menjadi pengingat kembali akan pentingnya konsentrasi penuh bagi pengemudi angkutan umum. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras kerap menjadi faktor pemicu hilangnya kendali kendaraan. Polres Asahan berencana melakukan pemeriksaan rutin terhadap kelayakan kendaraan dan kondisi fisik sopir di titik-titik rawan kecelakaan.
Pihak pengelola PO Karya Agung belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi sudah kembali normal setelah proses evakuasi selesai dilakukan.