KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pertandingan yang berlangsung di stadion netral tersebut langsung diwarnai tekanan tinggi dari Argentina sejak menit awal. Messi, yang beroperasi sebagai false nine, menjadi pusat serangan dan berhasil memecah kebuntuan lewat aksi individunya di kotak penalti.
Momen Messi: Eksekusi Kaki Kiri yang Mematikan
Gol tercipta saat laga memasuki fase krusial. Mendapat umpan terobosan dari lini tengah, Messi mengontrol bola dengan tenang, melewati satu bek Austria, lalu melepaskan tembakan mendatar ke sudut kiri gawang. Kiper Austria sempat terjatuh, tapi bola sudah melewati garis.
Itu menjadi tembakan tepat sasaran keempat Argentina dari total sembilan percobaan sepanjang babak pertama. Austria, yang mengandalkan serangan balik, hanya mencatatkan dua tembakan dan tak satu pun mengarah ke gawang.
Dominasi Penguasaan Bola, Efektivitas Jadi PR
Argentina mendominasi penguasaan bola hingga 65 persen di 45 menit pertama. Namun, selain gol Messi, peluang emas lainnya gagal dikonversi. Julian Alvarez sempat membuang dua peluang, sementara tendangan jarak jauh Rodrigo De Paul masih melebar.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, tampak puas dengan penguasaan bola timnya, namun ia tetap memberikan instruksi intensif di pinggir lapangan setiap kali serangan buntu. “Kami harus lebih sabar, jangan memaksakan umpan,” teriak Scaloni pada menit ke-30.
Tekanan Berlanjut di Babak Kedua
Unggul satu gol membuat Argentina berada di posisi nyaman, tapi belum aman. Austria diprediksi akan lebih agresif menekan di babak kedua, mengingat mereka butuh poin untuk menjaga asa lolos ke fase gugur.
Dari sisi taktik, Scaloni kemungkinan akan mempertahankan formasi 4-3-3, dengan Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister terus memasok bola ke Messi. Sementara itu, Austria perlu menemukan celah di lini belakang Argentina yang sejauh ini solid.
Pertandingan masih berlangsung sengit. Hasil akhir laga ini akan menentukan posisi Argentina di puncak klasemen grup, sekaligus menjadi modal berharga menuju laga penentu selanjutnya.