KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan proses konsolidasi sudah memasuki tahap lanjutan. Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di kediaman Kertanegara, Senin (22/6/2026), Rosan melaporkan sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan. "Sekitar 300 entitas lainnya segera menyusul," katanya.
Rosan menjelaskan jumlah perusahaan negara saat ini masih terlalu gemuk. Dengan struktur yang ramping, tata kelola diharapkan lebih kuat dan pengambilan keputusan lebih cepat. "Konsolidasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, dan memperbesar daya saing," ujar Rosan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Mengapa Danantara Pilih Merger?
Skema merger dan restrukturisasi menjadi senjata utama pemerintah. Selama ini, banyak BUMN memiliki bisnis yang tumpang tindih — misalnya antara Pertamina dengan anak usahanya di sektor hulu, atau antara PLN dengan perusahaan listrik swasta yang sahamnya dimiliki negara. Penggabungan ini diharapkan menciptakan perusahaan yang lebih sehat secara finansial.
Danantara akan bertindak sebagai pusat koordinasi investasi. Lembaga ini mengelola aset negara agar menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih optimal. Dengan portofolio yang terintegrasi, holding BUMN diharapkan lebih lincah menghadapi persaingan global.
Sektor Baru: Pariwisata hingga Event Olahraga
Restrukturisasi tidak hanya soal memangkas jumlah perusahaan. Dalam pertemuan dengan Presiden, Rosan juga membahas peluang investasi di sektor-sektor baru. Pariwisata, penyelenggaraan acara olahraga internasional, dan industri kreatif masuk dalam radar Danantara.
"Kami juga membahas peluang pengembangan sektor yang dapat didukung Danantara untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan perputaran perekonomian nasional," kata Rosan. Pemerintah menilai ketiga sektor itu mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru dengan dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja.
Transformasi ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah memperkuat ekonomi nasional. Dengan BUMN yang lebih ramping dan fokus, kontribusi perusahaan plat merah terhadap pendapatan negara diharapkan melesat dalam beberapa tahun ke depan.