KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kepergian Peter Cklamovski membuat kursi pelatih Harimau Malaya kosong. FAM bergerak cepat dengan mengamankan jasa Bojan Hodak. Sosok ini dianggap ideal untuk membangun era baru skuad Malaysia, berbekal pengalaman menangani klub-klub di kawasan, termasuk sukses di Indonesia.
Alasan FAM Pilih Bojan Hodak
FAM tidak asal memilih Bojan. Kedekatan emosionalnya dengan sepak bola Malaysia menjadi nilai tambah. Sebelum sukses di Indonesia bersama Persib, ia pernah menangani Johor Darul Ta'zim (JDT) dan melatih timnas Malaysia U-19.
Prestasi teranyarnya di Liga 1 Indonesia menjadi bukti kapasitasnya. Ia membangun Persib sebagai tim solid dan disiplin, yang berujung pada gelar juara. Sentuhan taktik dan mentalitas juang itu diyakini bisa direplikasi di level tim nasional.
Misi Berat di Era Baru Harimau Malaya
Tugas Bojan tidak ringan. Ia mewarisi skuad yang tengah bertransisi setelah kegagalan di beberapa turnamen regional. Target utama dari FAM adalah membangun fondasi kuat untuk kualifikasi Piala Asia dan Piala Dunia mendatang.
Bojan diharapkan menyuntikkan disiplin taktik yang ia tunjukkan di Persib. Kemampuannya mengelola pemain lokal dan asing di Indonesia menjadi modal berharga. Namun, tekanan untuk segera memberikan hasil positif akan menjadi ujian pertamanya.
Kedekatan dengan Sepak Bola Malaysia Jadi Modal
Bojan bukan nama asing di Negeri Jiran. Ia pernah menangani JDT pada 2018 dan membawa tim itu mendominasi Liga Super Malaysia. Pengalamannya melatih timnas U-19 Malaysia membuatnya paham betul karakter pemain lokal.
Faktor ini membuat FAM yakin proses adaptasi Bojan akan lebih cepat. Ia tidak perlu waktu lama untuk mengenal kultur dan rivalitas sepak bola di Asia Tenggara. "Dengan pengalaman, prestasi, serta kedekatan emosional dengan sepak bola Malaysia, Bojan Hodak dinilai menjadi sosok ideal," demikian pernyataan resmi yang dirilis VIVA.co.id.
Perbandingan dengan Karier di Indonesia
Karier Bojan di Indonesia mencapai puncak bersama Persib Bandung. Ia berhasil memutus puasa gelar Maung Bandung dan membangun tim dengan identitas permainan menyerang yang terorganisir. Keberhasilannya mengelola skuat bertabur bintang menjadi salah satu keunggulannya.
Kini, tantangan serupa menantinya di Malaysia. Ia harus menyatukan pemain dari berbagai klub, termasuk rival sekota seperti JDT dan Selangor. Jika sukses, Bojan akan mencatatkan namanya sebagai salah satu pelatih asing paling berpengaruh di Asia Tenggara.