KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Wakil Presiden Teknik Kendaraan Tesla, Lars Moravy, secara blak-blakan menanyakan hal yang selama ini jarang diungkapkan: "Siapa yang benar-benar membawa Model Y ke sirkuit?" Pertanyaan itu menjadi dasar perubahan besar pada varian Performance terbaru yang baru saja diuji oleh media otomotif global.
Alih-alih mengejar rekor putaran, Tesla memilih menghadirkan Model Y Performance 2026 sebagai mobil yang lebih ramah untuk dipakai setiap hari. Hasilnya? Sebuah crossover yang tetap cepat, tapi jauh lebih bisa dinikmati di jalan raya daripada di aspal sirkuit.
510 HP dengan Mode Insane, Tapi Track Mode Dihapus
Model Y Performance 2026 menggunakan motor listrik generasi keempat yang sama dengan Model 3 Performance terbaru. Tenaga gabungan mencapai 510 hp, cukup untuk melesat dari 0 ke 100 km/jam dalam 3,3 detik dan menuntaskan seperempat mil dalam 11,5 detik — lebih cepat 0,3 dan 0,6 detik dari pendahulunya.
Namun, Tesla menghapus Track Mode yang dulu menyediakan pengaturan stabilitas, distribusi torsi, dan pendinginan baterai. Sebagai gantinya, mode berkendara kini hanya Chill, Standard, dan Insane. Dua pengaturan peredam adaptif (Standard dan Sport) serta mode Reduced untuk intervensi yaw menjadi satu-satunya opsi pengendalian.
Bantingan Lebih Empuk, Kabin Lebih Hening
Keluhan terbesar pemilik Model Y Performance generasi sebelumnya adalah kenyamanan berkendara yang buruk. Tesla mengakui hal itu dan menjadikannya prioritas utama. Kali ini, algoritma peredam adaptif diperbarui, pegas dan anti-roll bar diperkeras, serta knuckle kemudi baru yang dilengkapi akselerometer dipadukan dengan sensor kecepatan roda.
Hasilnya terasa nyata: body roll tetap terkendali, gerakan vertikal roda diredam baik, dan kebisingan kabin hanya 21 sones — sangat senyap untuk ukuran SUV performa. Namun, pelek 21 inci standar masih membuat sensasi agak keras di jalan berlubang khas Indonesia, terutama saat peredam di setelan paling empuk.
Rem Sama dengan Premium, Cengkeraman Ban All-Season
Rem depan identik dengan Model Y Premium, hanya rotor belakang lebih besar dengan kampas lebih grippy. Jarak pengereman 70-0 mph tetap 179 kaki — tidak ada peningkatan. Di skidpad, ban Hankook Ion Evo AS SUV all-season mencengkeram 0,88 g, sedikit lebih baik dari Premium namun kalah dari Performance lama yang pakai ban musim panas.
Bagi yang menginginkan daya cengkeram lebih, Tesla menyediakan ban Pirelli P Zero PZ5 sebagai opsi dealer di beberapa wilayah, atau bisa dibeli mandiri di TireRack sekitar Rp35 juta per set (estimasi kurs Rp16.000).
Jok Lebih Sporty, Tampilan Lebih Agresif
Interior mendapat jok khusus Performance dengan side bolster lebih besar dan penyangga paha yang bisa diatur. Layar sentral 16,0 inci baru menampilkan grafis lebih tajam. Dari luar, fascia depan dengan ventilasi kantung udara, spoiler di pintu bagasi, dan diffuser belakang yang lebih agresif membedakannya dari varian lain.
Model Y Performance 2026 juga dilengkapi trailer hitch standar dengan kapasitas tarik 1.587 kg — bukti lain bahwa Tesla kini melihat mobil ini sebagai alat harian, bukan mainan sirkuit. Bagi pengguna di Indonesia yang lebih sering menghadapi macet dan jalan rusak daripada tikungan balap, pendekatan baru ini mungkin justru lebih masuk akal.