Langkah ini bukan sekadar ekspansi bisnis. Terafab menjadi sinyal bahwa konglomerasi teknologi milik Elon Musk tidak lagi mau bergantung pada pemasok chip pihak ketiga untuk kebutuhan komputasi mereka yang disebut bakal menembus 1 terawatt (TW) per tahun.
Angka itu jauh melampaui total pasokan chip global saat ini. Bahkan, SpaceX, Tesla, dan xAI disebut sudah menyerap sebagian besar kapasitas jasa fabrikasi chip kontrak yang tersedia di pasar dunia.
Bukan Sekadar Pabrik, Melainkan Kawasan Produksi Terpadu
Berbeda dari pabrik semikonduktor konvensional, Terafab dirancang sebagai kampus manufaktur terintegrasi vertikal. Logic, memori, pengemasan, dan pengujian chip akan dilakukan dalam satu atap.
Pada pabrik biasa, logika dan memori diproduksi di fasilitas terpisah dengan teknologi berbeda. Pengemasan dan pengujian pun umumnya dikerjakan di lokasi lain. Konsolidasi ini disebut mampu memangkas siklus produksi dan mempercepat perbaikan hasil produksi atau time-to-yield.
Dari citra yang dirilis SpaceX, Terafab akan terdiri dari empat gedung besar. Belum jelas apakah masing-masing gedung mewakili fase proyek atau berfungsi untuk proses berbeda, misalnya satu gedung khusus logic dan satu lagi untuk memori.
Skala 3 Kali Lipat Kampus Samsung Pyeongtaek
Luas 100 juta kaki persegi atau sekitar 9,3 juta meter persegi langsung menonjol karena melampaui semua pengumuman fasilitas semikonduktor yang pernah ada. Sebagai pembanding, total luas kampus Samsung Pyeongtaek di Korea Selatan hanya sekitar 2,89 juta meter persegi atau 31,1 juta kaki persegi.
Artinya, Terafab tiga kali lebih besar dari kampus terbesar Samsung tersebut. Namun perlu dicatat, angka 100 juta kaki persegi merujuk pada total area manufaktur, bukan luas ruang bersih atau cleanroom.
Dengan skala sebesar ini, total investasi yang digelontorkan dipastikan bakal membengkak jauh melampaui US$16,8 miliar yang diumumkan untuk tahap awal. Tahap pertama proyek ini rencananya akan menggunakan teknologi proses Intel 14A.
Mengapa Musk Membangun Pabrik Chip Sendiri?
Kebutuhan komputasi yang sangat besar menjadi alasan utama. Optimus, robot humanoid Tesla, dan Cybercab, kendaraan otonom tanpa setir, membutuhkan prosesor inferensi AI khusus yang beroperasi dengan daya tinggi.
Terafab juga akan memproduksi prosesor bertenaga besar untuk pusat data berbasis luar angkasa milik SpaceX. Namun, kedua perusahaan belum mengungkap kapan kebutuhan komputasi gabungan mereka bakal menyentuh angka 1 TW per tahun.
Pembangunan Terafab menyusul groundbreaking fasilitas riset semikonduktor Tesla di North Campus Giga Texas awal tahun ini. Fasilitas riset tersebut disebut sebagai pendahulu Terafab.
Dampak ke Warga Lokal dan Lingkungan
Proyek raksasa ini dijadwalkan mempekerjakan sedikitnya 3.000 orang. Antara 60% hingga 80% dari jumlah tersebut akan direkrut dari warga Grimes dan Brazos County.
Untuk kebutuhan air, Terafab akan memanfaatkan Waduk Gibbons Creek alih-alih mengambil air tanah lokal. Fasilitas ini juga akan dilengkapi instalasi pengolahan air limbah di lokasi serta sistem daur ulang dan konservasi air.
Lokasi pembangunan berada di tanah milik SpaceX di Grimes County, Texas. Kehadiran kompleks ini berpotensi mengubah lanskap industri semikonduktor Amerika Serikat yang selama ini terpusat di Arizona dan Texas bagian tengah.