PANGKALPINANG — Daun ketapang kering asal Bangka Belitung kini tidak lagi sekadar limbah dedaunan. Produk ini telah menjadi komoditas ekspor yang diminati pasar global, terutama untuk kebutuhan akuarium ikan hias. Perusahaan Central Charcoal Babelindo, binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Babel, menjadi motor di balik pencapaian ini.
Produk Alam yang Mendunia
Daun ketapang kering yang diproduksi perusahaan tersebut telah resmi diekspor ke Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Singapura, Jerman, dan Turki. Pada 18 Mei 2026, sebanyak 13.920 pak daun ketapang kering telah dikirim ke Amerika Serikat. Kepercayaan pasar internasional ini dinilai sebagai bukti bahwa produk lokal dari Bangka Belitung memiliki daya saing tinggi.
Kepala Disperindag Provinsi Bangka Belitung Subekti Saputra menjelaskan, daun ketapang kering ini dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk menetralkan dan menjaga kestabilan kadar keasaman atau kebasaan air pada akuarium. Produk ini sangat dibutuhkan para pecinta ikan hias di seluruh dunia.
Ekspor Akan Terus Bertambah
Pelaku usaha daun ketapang, Lukman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan ekspor ke berbagai negara. Dalam waktu dekat, perusahaan akan kembali mengirimkan 5.000 pak daun ketapang ke Amerika Serikat dan 8.725 pak produk alas reptil ke Inggris.
"Proses produksi daun ketapang kering milik akan terus ditingkatkan agar mampu memenuhi permintaan pasar yang semakin banyak, melalui mencari bahan sendiri atau memberdayakan masyarakat sekitar," kata Lukman.
Kendala Produksi: Masih Semi Manual
Meski permintaan pasar terus meningkat, proses produksi masih menghadapi kendala. Lukman menyebut bahwa tahap pengemasan produk, khususnya penimbangan dan pengisian, masih dilakukan secara semi manual. Hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama, tingkat ketelitian tinggi, serta tenaga kerja yang lebih banyak.
Oleh karena itu, Lukman berharap pemerintah dapat memberikan bantuan alat mesin produksi untuk kemasan seperti teh. "Dengan dukungan alat fasilitas produksi dalam bentuk mesin penimbang dan pengemasan otomatis, kami yakin akan mampu meningkatkan efisiensi proses pengemasan, mempercepat kapasitas produksi, meningkatkan kualitas dan standar produk agar semakin bersaing di pasar ekspor," ujarnya.
Dukungan Dekranasda dan Disperindag
Ketua Dekranasda Provinsi Babel Noni Hidayat Arsani menyatakan pihaknya akan mengusulkan bantuan untuk para pelaku usaha ini. "Nanti kita usulkan bantuan, Disperindag Babel yang proses melalui Kementerian karena ini bagus, kemasannya juga bagus, kita bangga bisa ekspor," katanya dalam pertemuan di Pangkalpinang, Kamis.
Ia berharap pemerintah daerah melalui Disperindag terus melakukan pembinaan dan membantu pelaku usaha yang memproduksi daun ketapang kering. Dukungan ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan ekspor dan meningkatkan kapasitas produksi UMKM lokal.