KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa proses konsolidasi besar-besaran ini akan mencakup divestasi, restrukturisasi portofolio bisnis, hingga penyederhanaan struktur usaha di seluruh lini Grup PLN. "Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional," ujar Dony dalam pertemuan dengan direksi PLN pada Jumat (5/6).
Efisiensi Operasional dan Tata Kelola Jadi Target Utama
Penyederhanaan dari 44 menjadi 23 entitas ini bukan sekadar pemangkasan jumlah perusahaan. Menurut Dony, langkah ini dirancang untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih fokus dan terintegrasi. Dengan struktur yang lebih ramping, diharapkan proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan biaya operasional bisa ditekan secara signifikan.
Pembahasan ini menjadi salah satu agenda utama dalam diskusi antara BP BUMN dengan jajaran direksi PLN. Selain soal perampingan, pertemuan tersebut juga menyoroti realisasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dan langkah-langkah penguatan sistem kelistrikan pasca-gangguan listrik massal di Sumatera.
Progres Proyek Strategis dan Pengamanan Pasokan Listrik
Dalam kesempatan yang sama, Dony mencatat progres positif implementasi RUPTL 2025–2034. Hingga saat ini, sekitar 1.634 proyek atau hampir 40 persen dari total proyek telah memasuki tahap eksekusi. Capaian ini mencerminkan komitmen PLN dalam mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan nasional, mulai dari pembangkit listrik, jaringan transmisi, hingga gardu induk.
Untuk mengatasi kelemahan sistem yang terungkap setelah pemadaman di Sumatera, PLN tengah menyiapkan sejumlah proyek strategis. Beberapa di antaranya adalah penguatan infrastruktur backbone kelistrikan di Sumatera, pembangunan jaringan transmisi bertegangan tinggi 500 kV, 275 kV, dan 150 kV, serta penambahan kapasitas di berbagai wilayah. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sistem dan meminimalkan risiko gangguan serupa di masa depan.
Dengan perampingan struktur dan percepatan pembangunan infrastruktur, PLN diharapkan tidak hanya menjadi lebih efisien secara korporasi, tetapi juga lebih andal dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat dan industri di seluruh Indonesia.