KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Tim redaksi Medcom.id berkesempatan menguji langsung efisiensi Wuling Eksion PHEV dalam perjalanan darat lintas kota. Rute yang dipilih mencakup jalan tol dan jalur arteri non-tol dengan total jarak tempuh 364 kilometer. Sepanjang perjalanan, mobil membawa empat orang dewasa lengkap dengan tas, travel bag, dan koper di bagasi.
Mesin Hybrid 1.500 Cc dan Baterai 20,5 kWh Jadi Andalan
Sistem penggerak Eksion PHEV mengandalkan kombinasi mesin bensin 1.500 cc dengan Dedicated Hybrid Transmission. Baterai berkapasitas 20,5 kWh yang disebut MAGIC Battery Pro memungkinkan mobil melaju dalam mode listrik murni hingga 125 kilometer. Pabrikan mengklaim total jarak tempuh gabungan (bensin dan listrik) bisa menembus lebih dari 1.000 kilometer.
Gaya Berkendara Normal, Hasil di Layar MID Capai 23,7 Km/Liter
Sepanjang pengujian, pengemudi menerapkan gaya berkendara normal sesuai kondisi lalu lintas dan mematuhi rambu-rambu. Setelah menyelesaikan perjalanan, layar MID di depan pengemudi menunjukkan angka konsumsi bahan bakar rata-rata sebesar 23,7 km/liter. Angka ini tergolong impresif untuk sebuah SUV berkapasitas tujuh penumpang dengan bobot dan dimensi yang cukup besar.
Perlu dicatat, hasil tersebut bukanlah angka mutlak. Konsumsi bahan bakar bisa berubah tergantung beberapa faktor seperti gaya berkendara masing-masing individu, kondisi lalu lintas yang dihadapi, serta total beban yang dibawa kendaraan.
LING Power dan LING OS: Dua Teknologi Unggulan Eksion PHEV
Selain efisiensi, Wuling membekali Eksion PHEV dengan sistem hybrid LING Power yang diklaim menawarkan perpaduan performa dan irit bahan bakar. Sistem konektivitas LING OS juga disematkan untuk mendukung kebutuhan pengemudi akan navigasi dan hiburan selama perjalanan. Dari segi keamanan baterai, pabrikan menyematkan MAGIC Battery Pro dengan perlindungan berlapis.
Dengan catatan 23,7 km/liter dalam kondisi jalan tol dan non-tol, Wuling Eksion PHEV membuktikan diri sebagai salah satu opsi SUV hybrid yang patut dipertimbangkan di pasar otomotif Indonesia. Apakah angka tersebut tergolong irit atau biasa saja? Itu tergantung ekspektasi dan kebutuhan masing-masing pengguna.