PANGKALPINANG — Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama ini identik dengan kekayaan timah dan mineral. Namun, pengelolaan yang selama ini berjalan dinilai masih menyisakan persoalan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Lewat nota kesepahaman dengan UGM, Pemprov Babel ingin mengubah paradigma eksploitasi menjadi pembangunan industri yang bertanggung jawab.
Apa Isi Kerja Sama UGM dan Pemprov Babel?
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyebutkan kerja sama ini bukan yang pertama. Namun, penandatanganan MoU terbaru mempertegas komitmen kedua pihak untuk memperkuat riset dan inovasi. "Kami sangat mengapresiasi komitmen pemerintah daerah yang menjadikan universitas sebagai mitra dalam penelitian dan pengembangan," ujarnya.
Dalam sambutannya, Prof. Ova menekankan bahwa potensi mineral dan pertambangan di Bangka Belitung adalah peluang besar sekaligus tantangan. "Pembangunan industri dan pertambangan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga kondisi lingkungan dan keseimbangan ekosistem," tegasnya.
Gubernur Hidayat Arsani: Butuh Solusi Berbasis Sains
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menyadari bahwa kekayaan alam daerahnya harus dikelola dengan hati-hati. Ia mengakui pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. "Kami membutuhkan dukungan dan pendampingan dari perguruan tinggi, khususnya Universitas Gadjah Mada, dalam membangun tata kelola pertambangan dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik," katanya.
Menurut Gubernur, riset yang dihasilkan UGM diharapkan bisa menjadi solusi konkret berbasis sains dan teknologi. Fokusnya bukan hanya pada peningkatan ekonomi, tetapi juga keselamatan publik dan kelestarian alam. "Ilmu pengetahuan harus memperkuat kapasitas masyarakat lokal dan mendorong tata kelola yang lebih profesional, aman, dan berkelanjutan," tambah Arsani.
Target ke Depan: dari MoU ke Aksi Nyata
Kedua pihak berharap kerja sama ini tidak berhenti di atas kertas. Target utamanya adalah program-program konkret yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga Babel. UGM akan berperan memberikan rekomendasi dan kajian yang objektif serta dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
Lewat kemitraan ini, Pemprov Babel juga berharap akademisi dan lulusan UGM bisa turut membangun sektor pertambangan dan industri di provinsi tersebut. Langkah ini dinilai krusial untuk menekan dampak kerusakan lingkungan akibat tambang timah ilegal yang marak terjadi selama ini, sekaligus menciptakan lapangan kerja yang lebih layak bagi masyarakat setempat.