KOBA — Kepala UPT Bakuda Samsat Bangka Tengah Qutti Kurniadi menyatakan pihaknya mengintensifkan pelayanan dan pendekatan ke masyarakat agar penerimaan pajak kendaraan terus naik sampai akhir tahun. Data per 24 Oktober 2026 pukul 09.30 WIB mencatat realisasi Rp16.869.632.400 dari target Rp21.058.254.000.
Angka itu setara 80,11 persen. Artinya masih ada selisih sekitar Rp4,19 miliar yang harus ditutup sebelum Desember berakhir.
Layanan Jemput Bola Jadi Andalan
Perluasan akses pelayanan dipilih supaya wajib pajak tidak selalu harus datang ke kantor Samsat. UPT Bakuda Samsat Bangka Tengah menjalankan sejumlah inovasi: SAPA DESA, NGOPI SALAM (Ngurus Pajak Masyarakat Sampai Malam), Samsat Setempoh, dan Samsat Keliling.
Petugas dijadwalkan menjangkau dua desa dalam satu hari. Pola ini diarahkan ke warga yang terkendala waktu atau jarak ke kantor Samsat.
"Pelayanan jemput bola diarahkan untuk mendekatkan pelayanan kepada wajib pajak, terutama masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau jarak untuk datang langsung ke kantor Samsat," ujar Qutti.
Sosialisasi Lewat Media Sosial hingga Pemerintah Desa
Sosialisasi perpajakan diperkuat lewat media sosial, pemerintah desa dan kecamatan, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan. Penanganan tunggakan dilakukan dengan pemutakhiran data kendaraan, pengiriman pengingat ke wajib pajak, dan koordinasi lintas instansi.
Pendekatannya mengutamakan edukasi dan pelayanan, disertai penegakan ketentuan sesuai kewenangan masing-masing instansi. Evaluasi penerimaan dilakukan berkala dengan membandingkan realisasi terhadap target dan menghitung kebutuhan penerimaan pada sisa tahun berjalan.
Pemutihan Pajak Berlaku Sepanjang Oktober 2026
Samsat Bangka Tengah mengoptimalkan sosialisasi program pemutihan pajak kendaraan selama Oktober 2026 sesuai ketentuan yang berlaku. Warga diminta mencermati persyaratan, jenis kewajiban yang memperoleh keringanan, dan batas waktu program.
Qutti menyebut capaian penerimaan masih membutuhkan upaya lebih intensif. Ia tetap optimistis target 100 persen tercapai pada akhir Desember 2026.
"Capaian penerimaan PKB terus berjalan, namun masih diperlukan upaya yang lebih intensif untuk mengejar target hingga akhir tahun. Kami optimistis dapat mencapai target 100 persen pada akhir Desember 2026," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).
Koordinasi dengan Polda hingga Bank Sumsel Babel
Upaya pengejaran target diperkuat lewat koordinasi dengan Ditlantas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Jasa Raharja, Bank Sumsel Babel, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, pemerintah desa, dan pelaku usaha.
Dengan sisa target sekitar Rp4,19 miliar, peningkatan kepatuhan wajib pajak dan efektivitas pelayanan menjadi penentu apakah penerimaan PKB Bangka Tengah bisa menutup target penghujung 2026.