PANGKALPINANG — Peserta terbagi dalam tiga jenjang kompetensi: 10 orang di jenjang Muda yang dibagi ke dua kelas, 10 orang di jenjang Madya dalam dua kelas, dan enam wartawan di jenjang Utama. Rincian itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Babel sekaligus Ketua Panitia UKW, Budi Rahmad.
Eko Sentosa membuka kegiatan tersebut mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani. Dalam sambutannya, Eko menyoroti tantangan kewartawanan yang semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi.
"Pers memiliki peran yang sangat krusial dan strategis sebagai salah satu pilar demokrasi. Di tengah derasnya arus informasi saat ini, tantangan dunia kewartawanan semakin kompleks. Masyarakat tidak hanya membutuhkan berita yang cepat, tetapi yang paling utama adalah berita yang akurat, berimbang, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan," ujar Eko.
Bukan Sekadar Formalitas Sertifikat
Eko menegaskan, UKW harus menjadi sarana meningkatkan kualitas wartawan, terutama dalam memahami dan menerapkan Kode Etik Jurnalistik serta Undang-Undang Pers. Menurutnya, sertifikat kompetensi tidak boleh jadi tujuan akhir.
"Uji Kompetensi Wartawan ini bukan sekadar formalitas untuk mendapatkan sertifikat semata, melainkan sebuah proses menguji profesionalisme, integritas, serta pemahaman atas Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers," tegasnya.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap UKW Angkatan XII menghasilkan lebih banyak wartawan yang kompeten, andal, dan beretika dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.
Pers Diminta Tetap Kritis Meski Jadi Mitra Pemerintah
Pembangunan daerah dinilai membutuhkan kemitraan kuat antara pemerintah dan insan pers. Eko menekankan kemitraan itu harus tetap disertai sikap kritis dan konstruktif agar fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan tidak melemah.
"Pemerintah daerah menyadari sepenuhnya bahwa pembangunan di Bangka Belitung tidak akan berjalan optimal tanpa sinergi serta kemitraan yang kritis dan konstruktif dari insan pers. Pers adalah jembatan informasi untuk menyampaikan capaian pembangunan sekaligus menjadi pilar pengawasan bagi jalannya roda pemerintahan," ungkap Eko.
Ia juga mendorong karya jurnalistik yang edukatif dan berdampak positif, khususnya bagi sektor unggulan daerah seperti pariwisata, UMKM, dan tata kelola lingkungan berkelanjutan.
"Kami mengajak seluruh insan pers di Bangka Belitung untuk terus menyajikan informasi yang mengedukasi, menyejukkan, dan mampu membangkitkan optimisme masyarakat, khususnya dalam mendorong sektor-sektor unggulan daerah seperti pariwisata, UMKM, dan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan," tuturnya.
Agenda Penutup Kepengurusan PWI Babel
Ketua PWI Babel, Mohammad Fathurrakhman yang akrab disapa Boy, menyebut UKW kali ini menjadi salah satu agenda penting pada penghujung masa kepengurusannya. Masa jabatan pengurus saat ini berakhir awal tahun depan.
"Ini adalah pelaksanaan UKW angkatan ke-12 di masa kepengurusan saya yang terakhir, tapi nanti akan digantikan oleh kepengurusan berikutnya, karena masa kepengurusan kami habis di awal tahun depan," kata Boy.
Ia berharap kepengurusan selanjutnya memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah daerah maupun sektor swasta. Kepada peserta, Boy meminta setiap tahapan ujian diikuti dengan serius agar kompetensi, independensi, dan martabat profesi terjaga.
Profesionalisme dan independensi, menurut Boy, menjadi kunci menjaga kepercayaan publik maupun narasumber terhadap profesi jurnalistik.