BANGKA TENGAH — Ketua DPC PDI Perjuangan Bangka Tengah Korari Suwondo menyatakan skrining menjadi tahap penentu sebelum warga masuk ke meja operasi. Pemeriksaan dilakukan tenaga kesehatan untuk mengetahui kondisi mata sekaligus menilai kelayakan calon pasien berdasarkan persyaratan medis yang ditetapkan.
Dari 61 warga yang mendaftar, 43 orang dinyatakan memenuhi syarat. Sisanya tidak lolos karena pertimbangan medis dari tim pemeriksa.
Korari: Skrining Menjadi Bagian Penting Rangkaian Program
Korari menyebut tahapan pemeriksaan awal bukan formalitas. Menurutnya, skrining memastikan hanya pasien yang benar-benar membutuhkan penanganan katarak dan layak secara medis yang melanjutkan ke tindakan operasi.
"Pemeriksaan ini penting agar masyarakat yang membutuhkan penanganan katarak dapat menjalani skrining terlebih dahulu. Kami berharap seluruh rangkaian program berjalan lancar dan dapat membantu warga yang memenuhi persyaratan medis," kata Korari.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dan seluruh pihak yang membantu pelaksanaan skrining di Bangka Tengah.
Rudi Center: Hasil Skrining Sepenuhnya Kewenangan Tenaga Kesehatan
Perwakilan Tim Rudi Center, Rais Abdillah, menegaskan pihaknya tidak mencampuri penilaian medis. Keputusan lolos atau tidaknya seorang calon pasien diserahkan sepenuhnya kepada tim kesehatan yang memeriksa.
"Untuk hasil skrining, sepenuhnya mengacu pada pemeriksaan dan penilaian tenaga kesehatan. Rudi Center bersama PDI Perjuangan mendukung pelaksanaan program ini agar masyarakat yang membutuhkan dapat mengikuti tahapan sesuai prosedur yang berlaku," kata Rais.
Dukungan yang diberikan, lanjut Rais, diarahkan agar rangkaian program berjalan sesuai prosedur, bukan untuk mengintervensi hasil pemeriksaan.
Jadwal Operasi 26–30 Oktober 2026 di RSUD Depati Hamzah
Warga yang telah dinyatakan lolos skrining akan mengikuti tahapan lanjutan sesuai ketentuan dan pemeriksaan medis. Operasi katarak gratis dijadwalkan berlangsung pada 26–30 Oktober 2026 di RSUD Depati Hamzah, Pangkalpinang.
Program ini diharapkan membuka akses layanan kesehatan mata secara gratis bagi warga Bangka Tengah yang memenuhi persyaratan medis. Bagi peserta yang belum lolos, keputusan tim kesehatan tetap menjadi acuan tanpa jalur pengecualian.