Pencarian

Daihatsu Kembangkan Mesin Kei 658cc Berbahan Bakar Amonia

Kamis, 15 Oktober 2026 • 21:10:31 WIB
Daihatsu Kembangkan Mesin Kei 658cc Berbahan Bakar Amonia
Daihatsu memamerkan mesin tiga silinder 658 cc berbahan bakar campuran amonia dan hidrogen di Japan Mobility Show 2026 Bizweek.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Daihatsu memamerkan mesin tiga silinder 658 cc yang membakar campuran amonia dan hidrogen di Japan Mobility Show 2026 Bizweek, sebuah langkah yang menghadirkan opsi teknologi mesin pembakaran selain elektrifikasi penuh. Mesin berbasis unit mobil kei ini tidak memerlukan tangki hidrogen terpisah karena hidrogen dihasilkan langsung dari amonia yang dibawa di dalam kendaraan.

Salah satu poin teknis yang paling menarik: hidrogen yang dibakar di mesin tidak disimpan dalam tangki terpisah. Hidrogen tersebut dihasilkan dari amonia yang memang sudah dibawa di dalam kendaraan, sehingga tidak perlu ada dua sistem penyimpanan bahan bakar yang berbeda. Ini menyederhanakan arsitektur kendaraan secara signifikan dibandingkan konsep fuel cell yang butuh tangki hidrogen bertekanan tinggi.

Mengapa Amonia, Bukan Langsung Hidrogen?

Amonia selama ini lebih dikenal sebagai bahan baku pupuk pertanian. Namun zat ini mulai dilirik industri otomotif sebagai hydrogen carrier alias pembawa hidrogen, karena lebih mudah disimpan dan diangkut dibandingkan hidrogen murni. Hidrogen murni butuh tangki bertekanan sangat tinggi atau pendinginan kriogenik untuk menyimpan dalam jumlah memadai di kendaraan.

Dari sisi emisi, amonia tidak mengandung karbon, sehingga pembakarannya tidak menghasilkan karbon dioksida (CO?). Ini jadi nilai jual utama di tengah tekanan regulasi emisi global yang makin ketat di Jepang dan Eropa.

Yang Perlu Diperhatikan dari Klaim Bebas Emisi

Meski tidak menghasilkan CO?, bukan berarti seluruh operasional mesin ini bebas dari emisi polutan. Pembakaran amonia pada suhu tinggi berpotensi menghasilkan nitrogen oksida (NOx), senyawa yang berkontribusi pada polusi udara dan hujan asam. Daihatsu belum merinci bagaimana sistem after-treatment mesin ini menangani masalah tersebut.

Aspek lain yang belum jelas: efisiensi konversi amonia menjadi hidrogen di dalam kendaraan, di mana energi untuk proses tersebut berasal, serta ketersediaan infrastruktur pengisian amonia di jalan raya. Tanpa jaringan distribusi yang memadai, mesin ini akan sulit keluar dari status konsep.

Posisi dalam Strategi Multi-Pathway Toyota

Langkah Daihatsu sejalan dengan pendekatan "Multi-Pathway" yang diusung Toyota, yaitu strategi yang tidak bertumpu pada satu solusi tunggal untuk mengurangi emisi. Toyota selama ini mengeksplorasi berbagai jalur paralel, termasuk hybrid, fuel cell, mesin hidrogen, dan bahan bakar sintetis.

Daihatsu sebagai anak perusahaan Toyota yang fokus pada segmen kei dan compact car mendapat mandat untuk mengeksplorasi teknologi yang sesuai dengan karakter kendaraan kecil. Mesin 658 cc ini masuk dalam kerangka tersebut, meski belum ada keterangan resmi soal jadwal produksi massal maupun target pasar.

Konteks Pasar Indonesia

Daihatsu punya posisi kuat di pasar Indonesia lewat lini mobil LCGC dan kendaraan komersial ringan. Teknologi amonia untuk mesin pembakaran internal, jika nantinya matang, berpotensi masuk ke segmen yang selama ini jadi tulang punggung Daihatsu di Tanah Air. Namun semua itu masih spekulatif, mengingat mesin 658 cc ini masih berstatus pameran teknologi.

Pembaca yang menunggu kepastian produksi sebaiknya bersabar. Ajang seperti Japan Mobility Show Bizweek umumnya jadi panggung untuk menunjukkan arah riset, bukan pengumuman produk siap jual.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: otomotif.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks