BPBD Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, menangani pemadaman 56 kejadian kebakaran hutan dan lahan sejak Mei hingga 14 September 2026 akibat musim kemarau ekstrem. Puncak kejadian terjadi pada Agustus 2026 dengan 27 kebakaran, sementara bulan-bulan sebelumnya hanya berkisar satu hingga 10 kejadian. BPBD mengintensifkan patroli dan mengerahkan kolaborasi lintas instansi untuk menekan potensi karhutla pada September-Oktober.
PANGKALPINANG — Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Kedaruratan (P2K) BPBD Kota Pangkalpinang, Nur Ikhsan, menyatakan 56 kejadian karhutla itu tersebar di tujuh kecamatan: Gerunggang, Pangkalbalam, Bukit Intan, Gabek, Taman Sari, Rangkui, dan Girimaya. Seluruhnya terjadi sebagai dampak musim kemarau panjang dan kering sepanjang tahun ini.
Lonjakan paling tajam tercatat pada Agustus 2026. "Kejadian karhutla terbanyak terjadi pada Agustus 2026 yang mencapai 27 kejadian, sedangkan bulan-bulan sebelumnya hanya satu hingga 10 kejadian per bulan," ujar Nur Ikhsan di Pangkalpinang, Rabu.
Lima Kejadian Baru dalam Dua Pekan Pertama September
Memasuki September, intensitas karhutla menurun. Sejak 1 hingga 14 September 2026, BPBD mencatat lima kejadian di tiga kelurahan.
Rinciannya: Kelurahan Bacang di Kecamatan Bukit Intan dua kali, Kelurahan Selindung di Kecamatan Gabek dua kali, dan Kelurahan Bukit Besar di Kecamatan Girimaya satu kali.
Kolaborasi Lintas Instansi dan Patroli Diperketat
BPBD tidak bergerak sendiri. Penanganan karhutla melibatkan TNI, Polri, BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dunia usaha, dan instansi terkait lainnya.
"Kami terus mengintensifkan patroli serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menghindari pembakaran lahan selama puncak musim kemarau pada September hingga Oktober tahun ini," kata Nur Ikhsan.
Ia menekankan peran warga sebagai ujung tombak pencegahan. "Kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan guna menekan potensi karhutla selama puncak musim kemarau tahun ini," ujarnya.
Nomor Call Center untuk Laporan Cepat Warga
Warga yang melihat atau mengetahui kejadian karhutla diminta segera melapor ke petugas melalui call center 0811 7161 000. Laporan cepat dinilai menentukan kecepatan penanganan di lapangan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi lingkungan sekitar dan segera berkoordinasi dengan petugas apabila mengetahui adanya potensi kebakaran, demi keselamatan bersama," kata Nur Ikhsan.
Dengan puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober, BPBD Kota Pangkalpinang menempatkan patroli rutin dan partisipasi warga sebagai dua kunci utama menekan angka kejadian karhutla di wilayah itu.