Pencarian

IDScan Konfirmasi Kebocoran Data 150 Juta SIM dan Paspor

Kamis, 10 September 2026 • 20:50:31 WIB
IDScan Konfirmasi Kebocoran Data 150 Juta SIM dan Paspor
Ilustrasi logo IDScan di situs resmi perusahaan.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Perusahaan verifikasi identitas yang berbasis di Louisiana, IDScan, akhirnya buka suara soal insiden kebocoran data yang menimpa sistem mereka. Dalam pemberitahuan resmi di situs webnya, perusahaan mengonfirmasi bahwa peretas mencuri data surat izin mengemudi (SIM) dari cloud mereka.

Data yang dicuri mencakup nama lengkap pengguna dan nomor SIM, serta nomor identitas dari dokumen resmi pemerintah lainnya seperti paspor. Pengakuan ini muncul sepekan setelah laporan awal mengenai dugaan peretasan yang berlangsung selama setahun.

Kronologi Terungkapnya Kebocoran Data IDScan

IDScan menyatakan menerima informasi sekitar 1 September 2026 tentang klaim peretasan. Tanggal tersebut bertepatan dengan laporan pertama jurnalis keamanan siber independen Brian Krebs yang mengungkap adanya kebocoran data di IDScan.

Krebs melaporkan menemukan sebuah situs di dark web yang memungkinkan siapa pun mencari informasi SIM lebih dari 150 juta orang yang tinggal di Amerika Serikat dan Kanada. Basis data tersebut bahkan menyertakan foto pemilik SIM.

Untuk memverifikasi keaslian data, Krebs memeriksa rekamannya sendiri. Ia juga menemukan data tokoh-tokoh penting, termasuk Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth, serta seorang peneliti keamanan yang turut memverifikasi datanya untuk laporan tersebut.

Respons Pemerintah Amerika Serikat

Pentagon menyatakan mengetahui dugaan kebocoran ini. Juru bicara FBI juga mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menyelidiki insiden tersebut.

IDScan menegaskan investigasi internal masih berjalan. Perusahaan menyebut bahwa akses penuh ke informasi yang dicuri memerlukan pembayaran, yang kemungkinan merujuk pada tuntutan uang dari peretas untuk membuka seluruh cache data. Meski demikian, IDScan tidak menyebutkan secara spesifik berapa jumlah individu yang terdampak.

Di situs webnya, IDScan mencatat memiliki lebih dari 150 juta rekaman SIM. Perusahaan ini digunakan oleh klien korporat dari berbagai sektor, mulai dari tempat hiburan hingga dispensari ganja, untuk memeriksa dan memverifikasi dokumen identitas pelanggan mereka.

Dampak bagi Pengguna dan Klien Korporat

Kebocoran ini berpotensi berdampak besar bagi jutaan orang yang datanya tersimpan di sistem IDScan. Informasi seperti nama lengkap, nomor SIM, dan nomor paspor merupakan kombinasi yang sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah.

Data tersebut bisa digunakan untuk pencurian identitas, pembukaan rekening bank ilegal, hingga akses ke layanan pemerintah. Bagi klien korporat IDScan, insiden ini menjadi pengingat akan risiko menggunakan layanan pihak ketiga untuk verifikasi identitas.

Langkah Selanjutnya

IDScan belum memberikan keterangan resmi kepada TechCrunch terkait apakah peretas menghubungi perusahaan dengan tuntutan tebusan agar data tidak dirilis. Perusahaan juga tidak merinci berapa lama investigasi akan berlangsung atau apakah ada rencana kompensasi bagi pihak yang terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi mengenai potensi dampak kebocoran ini terhadap pengguna di luar Amerika Serikat dan Kanada. Pengguna yang pernah menggunakan layanan yang memanfaatkan verifikasi IDScan disarankan untuk memantau aktivitas akun dan laporan kredit mereka secara berkala.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: techcrunch.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks